
“29 Putra-Putri Terbaik Buru Selatan Dikukuhkan: Penjaga Merah Putih di Ujung Timur Negeri”
AmbonToday.Com – Namrole – Menjelang detik-detik sakral peringatan 80 tahun Indonesia Merdeka, semangat kebangsaan kembali menyala di bumi Buru Selatan. Malam yang syahdu, Jumat (15/8/2025) pukul 21.00 WIT, menjadi saksi lahirnya para penjaga merah putih: 29 pemuda-pemudi terbaik Kabupaten Buru Selatan resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten.
Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Namrole, Desa Kamanglale, itu dipenuhi aura haru dan kebanggaan. Cahaya lampu yang temaram seakan menyatu dengan khidmatnya prosesi ketika nama-nama putra-putri terpilih dipanggil, berdiri tegak dengan seragam putih bersih, menyandang amanah besar: mengibarkan Sang Saka Merah Putih di tanah leluhur mereka.
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Buru Selatan, La Hamidi, S.H., selaku Inspektur Upacara. Hadir pula jajaran Forkopimda: Kapolres Buru Selatan A.K.B.P. Andi P. Lorena, S.I.K., M.H., Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily, S.E., M.Pd., Ketua DPRD Ahmad Umasangaji, S.Pd., Sekretaris Daerah Hadi Longa, S.E., M.Si., Danramil 1506/02 Leksula Kapten Inf. Ababas Siolon, para perwira TNI-Polri, pimpinan OPD, hingga orang tua anggota Paskibraka.

Dalam suasana penuh haru, Kapolres Buru Selatan menyampaikan kebanggaannya.
“Paskibraka adalah simbol generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan tinggi. Mereka tidak hanya mengibarkan bendera, tetapi juga mengibarkan harapan negeri. Saya berharap anak-anak ini menjadi teladan, membawa disiplin dan cinta tanah air ke lingkungannya,” ujarnya penuh ketegasan.
Kapolres juga menegaskan komitmen aparat keamanan untuk menjaga ketertiban sepanjang rangkaian perayaan kemerdekaan. “Kami telah menyiapkan strategi pengamanan, baik untuk upacara pengibaran maupun penurunan bendera, termasuk seluruh agenda masyarakat dalam memeriahkan hari bersejarah ini,” tambahnya.
Lebih dari sekadar prosesi, pengukuhan ini menjadi momentum pembinaan karakter generasi muda Buru Selatan. Dari latihan yang keras dan disiplin, tertanam nilai-nilai persatuan, tanggung jawab, dan cinta tanah air—sebuah bekal untuk melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu.
Upacara yang berlangsung hingga pukul 22.30 WIT itu ditutup dengan sesi foto bersama, pelukan hangat orang tua, dan ucapan selamat penuh kebanggaan. Senyum para anggota Paskibraka malam itu seakan menyuarakan pesan: bahwa merah putih akan tetap tegak berkibar, dijaga oleh jiwa-jiwa muda yang setia.
Di Buru Selatan, di tepi samudra yang luas, Sang Saka Merah Putih akan berkibar gagah di bawah langit 17 Agustus. Dan generasi muda telah bersumpah, menjaga pusaka kemerdekaan ini dengan sepenuh hati.
[Biro BurseL]
.




















