7 Tanda Orang yang Senang dalam Hati Saat Rencana Dibatalkan, Menurut Psikologi

Spread the love


Ambontoday.com

– Mari kita bicara terbuka: adakah di antara kalian pernah merasa senang secara tidak langsung saat suatu rencana dibatalkan?

Bukan berarti Anda tak peduli, tetapi ada sesuatu yang membuat Anda lega, dan bisa jadi Anda sampai ikut bernyanyi kecil sambil melompat-lompat di dalam ruangan.

Jika iya, silakan bergabung dengan komunitas orang-orang yang senang hati ketika acara berkumpul tiba-tiba batal, seperti jalan-jalan spontan, pertemuan keluarga, atau rapat dadakan.

Dan berita baiknya? Psikologi mendukungi Anda.

Artikel ini akan mengantarkan Anda untuk memahami aspek menarik dari jenis kepribadian tersebut. Tidak disebabkan oleh sikap mereka yang tertutup, tetapi lebih kepada bagaimana mereka merasakan kegembiraan dalam suasana sepi, kemandirian, serta kedamaian tanpa terduga.

Apakah Anda salah satunya?

Dikutip Ambontoday.comdari laman Geediting.com pada Sabtu, 19 April 2025. Mari kita cek bersama.

1. Merasa Nyaman dalam Dirinya Sendiri

Para individu tersebut tidak pernah merasa khawatir ketika berada seorang diri.

Mereka tak memerlukan kebisingan demi merasakan kesempurnaan, bahkan sebaliknya, mereka mengejar masa sendiri sebagai suatu bentuk pesta personal.

Psikolog mengenal mereka sebagai introvert sehat, yakni jenis individu yang memperoleh tenaga dari introspeksi dan kegiatan sendiri-sendiri.

Sebagaimana dikatakan oleh Carl Jung, “Perjumpaan antara dua karakteristik pribadi mirip seperti interaksinya kedua bahan kimia. Apabila terjadi reaksi, maka keduanya akan mengalami perubahan.”

Untuk individu bertipe introvert, setiap pertemuan dengan orang lain menghabiskan “tenaga mereka”. Oleh karena itu, tidak heran jika ada pembatalan jadwal, mereka dapat kembali ke ruang nyaman miliknya.

Ini bukan masalah ketidaksukaan pada teman-temanmu. Ini lebih kepada seberapa berharganya waktumu untuk dihabiskan dengan dirimu sendiri.

Baca Juga  Orang yang Sering Lupa Nama Tapi Ingat Wajah? Inilah 8 Karakteristiknya Menurut Psikologi

2. Mereka Mudah Terpengaruh oleh Stimulus

Pernak pernah lelah cuma gara-gara ada di tengah keramaian?

Atau merasa butuh pulang saat musik terlalu keras dan cahaya terlalu terang?

Anda mungkin merupakan orang yang memiliki sensitivitas tinggi (HSP), dan hal ini telah dipahami oleh ilmu psikologi.

Orang-orang dengan sensitivitas tinggi terhadap suara, cahaya, atau energi sosial sering kali lebih tenang dalam kesendirian.

Menurut penelitian, orang seperti ini lebih rentan kelelahan sensorik. Maka tak heran jika rencana yang dibatalkan membuat mereka bisa bernapas lega.

Bukan disebabkan oleh ketidaksukaan terhadap dunia luar, melainkan karena dunia di dalam diri mereka jauh lebih tenang.

3. Mereka Memilih Hubungan Berarti Daripada Percakapan Kosong

Apabila Anda cenderung lebih suka berbicara secara mendalam satu lawan satu daripada berkumpul ramai-ramai tanpa tujuan, maka Anda bukanlah orang yang sendiri dalam hal ini.

Beberapa individu baru mengalami rasa hidup ketika terjalin ikatan emosi. Mereka cenderung enggan dengan pembicaraan ringan tetapi lebih tertarik pada diskusi seputar harapan, kenangan pahit di masa lalu, serta visi akan masa depan yang ingin dicapai.

Psikolog Albert Bandura berkata,

“Kesuksesan berasal dari keyakinan, ketahanan, dan kekuatan menghadapi hidup yang tak selalu adil.”

Dan ikatan yang penting merupakan sebagian dari daya tersebut.

Jadi, ketika rencana kumpul dibatalkan, mereka tak merasa kehilangan. Karena yang mereka cari bukan keramaian, tapi keintiman.

4. Mereka Menyukai Kehidupan Beraturan dan Perasaan yang Terkontrol

Rencana dadakan, perubahan mendadak, atau jadwal yang tidak pasti bisa membuat sebagian orang panik, stres, dan lelah.

Kenapa begitu? Sebab di balik kebiasaan harian mereka merasa tenang dan damai.

Orang-orang semacam ini cenderung merasa lebih terlindungi ketika rutinitas sehari-harinya mengikuti jalannya yang direncanakan. Maka dari itu, apabila acara sosial mendadak dihapuskan, hal tersebut membolehkan mereka untuk menemukan kembali ritme hidup yang sudah dikenali serta disenangi.

Baca Juga  Lakukan Kekerasan, Oknum PPPK Tanimbar Dipolisikan. 

Ini tidak berarti mereka kaku atau membosankan—they hanya menikmati kedamaian yang diberikan oleh kebiasaan sehari-hari.

5. Mereka Kaya Akan Inspirasi Ketika Tunggu Seorang Dirinya

Apakah Anda tahu bahwa banyak tokoh terkenal di bidang pikiran dan seni memperoleh inspirasi ketika mereka berdiam diri sendiri?

Kelompong bukan berarti kosong untuk mereka, melainkan area subur bagi pertumbuhan kreativitas.

Seperti kata Carl Jung,

Pikiran kreatif bergulir dengan benda yang disayanginya.

Bagi mereka yang diam-diam bahagia saat rencana dibatalkan, waktu sendiri bisa jadi taman bermain pikiran. Mereka bisa menulis, menggambar, merenung, atau merancang ide baru—tanpa distraksi dunia luar.

Mereka tak pernah lelah—sibuk mencipta karya, dengan sunyi.

6. Mereka Gemar Bersosial… Namun dalam Skala Kecil

Iya, hal itu mungkin terdengar cukup mengagetkan:

Orang-orang yang bersorak ketika rencana tersebut dibatalkan tidak selalu menunjukkan bahwa mereka enggan untuk melakukan kegiatan sosial.

Mereka hanya… memilih edisi yang lebih kecil.

Bercengkerama dengan seorang atau dua kawan karib? Memuaskan.

Berkumpul bersama 30 orang dan mendengarkan musik keras? Bisa jadi akan memerlukan satu bulan untuk mereda.

Psikolog Erich Fromm pernah menyampaikan,

Kita tak dapat sigap menghadapi kehidupan tanpa pernah sekadar merasakan letih.

Benar sekali. Mereka menikmati berinteraksi dengan orang lain, namun juga tahu bahwa ada batasannya dan perlu dikendalikan jumlah waktu yang dihabiskan untuk itu.

Seperti meminum kopi: nikmat, tetapi jika terlalu banyak bisa bergeter.

7. Mereka Mengisikan Tenaga saat Menyepi Sendirian

Setiap orang memiliki metode tersendiri untuk memulihkan energi.

Ada orang yang suka berkumpul ramai-ramai, sementara ada juga yang lebih memilih untuk bersantai sejenak.

Dan grup terakhir ini lah yang biasanya paling senang secara diam-diam ketika rencana tersebut dibatalken.

Baca Juga  Weton Beruntung yang Dijadikan Rezeki Melimpah Menurut Primbon Jawa

Mereka sadar bahwa waktu mereka tak hanya merupakan periode tanpa kegiatan, tetapi juga momen penting untuk mengisi kembali roh dan semangat.

Carl Jung menyampaikan hal tersebut dengan begitu apik:

Untukku, kesepian merupakan sumber pemulihan yang menjadikan kehidupan ini berarti.

Rencana yang dibatalkan berarti ada kesempatan untuk mengumpulkan kembali tenaga. Hanya itu.

Tiap individu memiliki metode tersendiri dalam merasakan kehidupan.

Beberapa orang merasa hidup berada di pusat keramaian. Sementara itu, ada juga yang hanya menemukan kesempurnaan dalam kediaman dan ketenangan.

Keduanya sah. Keduanya indah.

Artikel ini tidak bertujuan memposisikan Anda ke dalam kotak, melainkan untuk menyemarakkan perayaan bahwa ternyata kita tidak sendirian ketika menyangkut hal-hal yang mungkin tampak “aneh” di mata orang lain.

Selanjutnya, jika Anda merasa gembira ketika sebuah perencanaan gagal terwujud, jangan berpikir buruk tentang diri sendiri.

Itu bukanlah penolakan akan dunia di luar sana. Melainkan penerimaan terhadap dunia yang ada di dalam dirimu.

Dan di sanalah, mungkin, kebahagiaan sesungguhnya tinggal.***