Polly – PPKM Darurat,Indag Maluku Jamin Stok Harga Kebutuhan Pokok stabil

Spread the love

 

Ambon,Ambontoday.com- Kapala Bidang Perdagangan Dalam Negri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Maluku, Polly Jamlea memastikan bahwa menjelang lebaran idul Adha,bahan kebutuhan pokok (Bapok) tersedia dengan harga yang stabil selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Stok harga dan bahan pokok stabil menjelang lebaran idul Adha, kecuali produksi dan harga cabai yang mengalami turun-naik harga dan juga pemasokan.

Barang bahan pokok tersebut mulai dari beras, minyak goreng, telur, daging, hingga bawang merah dan cabai merah.

“Saya pastikan bahwa seluruh bapok yang saya sebutkan mempunyai kecukupan lebih dari dua minggu pada hari ini setidaknya, tapi yang lain lebih dari satu bulan. Semua barang-barang ini ada, stabil, terjangkau, dan mudah-mudahan dalam PPKM Darurat ini, tidak ada permasalahan,” kata polly saat di Wawancarai jumat ( 8/7/2021)

Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir karena selain stok aman, harga bapok stabil dan terjangkau.

Polly menegaskan bahwa untuk semua pihak terutama pelaku usaha agar tidak berspekulasi memanfaatkan situasi darurat ini dengan menaikkan harga dan mengambil untung sebesar-besarnya.

Jamlai mengatakan bahwa,Semua stok harga dan bahan pokok stabil, kecuali pemasokan Cabai yang berkurang, harga cabai Minggu kemarin 100 ribu per kilogram. Kini sudah 80 ribu per kilogram di karenakan sudah ada pemasukan cabai dari Sulawesi selatan.” Jelas Jamlean.

“Biasanya cabai di Produksi secara lokal dari Pulau Buru dan Maluku Tengah Hingga Maluku tidak kekurangan pasokan cabai,Namun beberapa Minggu Kemarin Maluku kekurangan pasokan cabai karena dua daerah tersebut belum melakukan panen,”Katanya.

” Beberapa Minggu kemarin, Maluku kekurangan cabai sehingga harus di kirim dari Sulawesi selatan dan Jawa timur. Kini pemasokan cabai dan harga sudah kembali stabil.”sambungnya.

Baca Juga  Tumbuhkan Gairah Pariwisata Maluku Mesti Didukung Penuh Seluruh Stakeholder

Selain itu, Jamlean pun menceritakan bahwa kemarin,Rabu (7/7/2021) Disperindag melakukan rapat melalui zoom dengan kementrian perdagangan dan menyampaikan bahwa Maluku sangat bergantung pada Jawa timur dan Sulawesi selatan untuk produksi bahan pokok.

“Jadi kemarin saat melakukan zoom dengan kementrian Perdagangan, Maluku akan menjadi wilayah perhatian untuk pemasokan bahan pokok.

“Dengan demikian, bahan pokok untuk Maluku selama pandemi dan PPKM menjelang idul Adha terjaga,”jelasnya

Kabid itupun menginformasikan, satgas pangan pusat mengeluarkan surat keputusan, untuk tidak ada pihak pelabuhan menahan kapal-kapal yang membawa bahan pokok saat memasuki daerah-daerah yang membutuhkan.

” Jadi satgas pangan pusat menginformasikan sudah melakukan surat keputusan untuk tidak ada pihak yang menahan Kapal-kapal yang membawa bahan pokok ke daerah-daerah.” Tutupnya. (AT-010).

Berita Terkini