Ambontoday.com, Gaza – Enam orang warga Palestina dinyatakan meninggal dunia setelah serangan oleh Israel terhadap sebuah kedai kopi atau kafe di sekitar area permukiman pengungsi Al-Nuseirat, Jalur Gaza, pada hari Ahad, 27 April 2025.
Menurut laporan Quds News Network Puluhan penduduk Palestina lainnya mengalami luka-luka dan mayat berserakan di mana-mana. Video yang diunggah melalui akun Instagram tersebut adalah sebagai berikut:
@trtworld Sebuah stasiun televisi dari Turkey menunjukkan beberapa individu yang terluka dan diam. Sebagian tampak duduk tenang di kursi sambil memakai jaket.
Kantor berita Wafa melaporkkan bahwa Israel juga menggempur beberapa wilayah di Gaza pada hari yang sama.
Pesawat militer Israel melancarkan serangan ke tenda penduduk yang berlindung di kamp Aljazair dalam wilayah Kota Deir al-Balah, terletak di Tengah Gaza.
Dilaporkan empat individu meninggal akibat dari serangan tersebut. Selain itu, ada juga beberapa korban yang mengalami luka-luka.
Serangan dari Israel juga diserang di sekitar Deir al-Balah. Pesawat tempur Israel meluncurkan serangan bom ke arah sebuah kendaraan di lokasi tersebut. Enam orang meninggal dunia dan beberapa korban luka.
Beberapa warga Palestina meninggal dan luka-luka setelah pesawat militer Israel melancarkan serangan ke arah segerombolan orang di area persimpangan Sanafour, yang berada di daerah Al-Tuffah, timur laut Kota Gaza.
Adapun satu warga Palestina tewas karena diserang drone atau pesawat nirawak Israel di area Qizan al-Najjar, selatan Kota Khan Yunis.
Kebanyakan korban tewas adalah wanita, anak, dan lansia
Media pemerintah di Gaza melaporkan bahwa mayoritas korban dari serangan Israel di wilayah tersebut terdiri atas perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia.
Berdasarkan data dari kantor tersebut, jumlah total korban meninggal telah mencapai 52.243 orang. Dari angka tersebut, sekitar 65% merupakan tiga kelompok yang disebutkan sebelumnya.
Lebih dari 18.000 anak telah meninggal dunia. Selanjutnya, korban perempuan mencapai lebih dari 12.400 jiwa.
Selanjutnya, dikatakan bahwa Israel sudah menghilangkan lebih dari 2.180 keluarga Palestina. Ribuan anggota keluarga tersebut hilang tanpa jejak.
Israel juga sudah menghilangkan lebih dari 1.400 dokter dan petugas medis lainnya, 113 anggota tim perlindungan sipil, serta 212 jurnalis dan staf media.
Kasus malanutrisi melonjak
Pada saat yang sama, jumlah kasus malnutrisi akibat kekurangan gizi pada anak-anak meningkat secara signifikan di Gaza.
Dokter-dokter di Gaza mengingatkan bahwa kekurangan protein dan zat-zat penting lainnya dalam asupan makanan anak-anak dapat menciderai kesejahteraan mereka secara jangka panjang. Hal ini dapat menyebabkan dampak yang bertahan lama pada tubuh si anak.
Berdasarkan Dr. Ayman Abu Teir, seorang tenaga medis dari Rumah Sakit Nasser, stok susu formula bagi anak-anak sudah menipis.
“Anak-anak butuh piramida makanan bagi pertumbuhan mereka,” kata Abu Teir seperti dilansir Al Jazeera.
Terdapat beberapa bahan seperti daging, telur, ikan, susu, buah-buahan, serta sayuran yang penting dalam pembentukan sistem imun pada anak-anak. “Masakan-masakan seperti ini tak tersedia di Gaza,” ujarnya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut ada 3.700 anak yang menderita malanutrisi akut pada bulan Maret. Jumlah ini meningkat 80 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.





















