AJI dan KKJ Tuduh Serangan DDoS ke Media Siber Meresahkan

Spread the love



Ambontoday.com


,


Jakarta


– Aliansi Jurnalis Independen (AI)
AJI
) dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) dengan tegas menyuarakan kritiknya
serangan siber
berupa
distributed denial of service
(
DDoS
) yang dialami oleh media, termasuk
Suara.com
Pada hari Selasa yang lalu, tepatnya tanggal 15 April 2025, serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada situs tersebut.
Suara.com
tidak bisa dinikmati untuk sementara waktu.

Pemimpin Redaksi
Suara.com
Suwarjono mengatakan bahwa serangan DDoS tersebut berlangsung selama satu setengah jam dengan intensitas yang sangat tinggi. “Hampir 285 juta serangan DDoS terjadi dalam waktu 90 menit,” ungkap Suwarjono pada pernyatannya kemarin, Senin.

Menurutnya, serangan tersebut dilancarkan oleh bot.
IP address
Dari beberapa negara, terutama dari wilayah Eropa. “Serangan acak yang berasal dari berbagai”
region country
,” katanya. Dia menyebutkan bahwa IP yang paling sering digunakan berasal dari Belanda, Kroasia, Indonesia, Rumania, Australia, dan Amerika Serikat.

Bukan hanya itu saja, saluran Liputan Khusus (LiKS)
Suara.com
Juga telah menderita serangan cyber dengan intensif selama 72 jam terakhir. Saluran ini dikenali sebagai tempat yang sering membahas berbagai isu sensitif, mulai dari aspek politik, hukum, hak azasi manusia, keamanan, sampai bidang ekonomi. Menurut pernyataan Suwarjono, tulisan-tulisan yang dipublikasikan pada saluran itu menjadi pusat dari praktik jurnalistik.
Suara.com
.

Terkait masalah ini, Ketua Divisi Hukum dari AJI sekaligus Koordinator KKJ, Erick Tanjung, mengkritik fakta bahwa serangan digital terhadap media bukanlah sesuatu yang langka dan bahkan semakin memburuk selama tahun terakhir. “Dalam rentang satu tahun belakangan, kami mencatat penyerangan kepada wartawan ternyata meningkat, dengan kasus paling baru berupa serangan digital,” ucapnya saat dimintai komentar.
Tempo
, Sabtu, 19 April 2025.

Baca Juga  Fokus Trump pada Amerika: Negara Tak Lagi Menanggung Biaya Pelayanan Kesehatan Asing

Saya mengacu pada kejadian serupa yang pernah dihadapi
Tempo
setelah merilis penyelidikan tentang aktivitas perjudian daring yang berhubungan dengan pejabat pemerintah. Sekarang,
Suara.com
Menjadi sasaran selanjutnya dengan serangan yang diketahui sebagai DDoS. “Serangan tersebut kita deteksi lewat konfirmasi AJI dan KKJ, saat ini disebabkan oleh hubungannya dengan berita ataupun aktivitas jurnalismenya,” ungkapnya.

Walaupun belum bisa ditentukan pasti artikel apa yang menjadi penyebab dari serangan tersebut, Erick mengatakan ada kemungkinan hubungannya dengan laporan-laporan yang mencela keputusan pemerintahan. Dia melanjutkan bahwa beberapa outlet media besar pun telah memberitakan kritikan sejenis tentang hal-hal tertentu termasuk Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Terakhir ini, banyak kabar berkisar pada penilaian terhadap MBG.”

AJI serta KKJ menyuarakan kekecewaannya terhadap serangan tersebut sebab dianggap membahayakan kemandirian media dan merugikan warga negara. “Tindakan ini membatasi akses masyarakat umum terhadap informasi penting selama periode serangan,” ungkap Erick.

AJI dan KKJ sudah mulai mengidentifikasi dan memberikan bantuan dalam memulihkan lokasi tersebut. Tentang tindakan hukum, AJI masih menanti resolusi dari perusahaan media terkait. Dia pun mendorong agar pemerintah turun tangan dan menyelesaikan kasus penyerangan siber yang sebelumnya telah dilaporkan.

“Pemerintah sebagaimana negara wajib turun tangan dengan menggaransi kemerdekaan media massa di Tanah Air. Sebagai contoh, atas seluruh serangan tersebut yang telah tercatat, harus ada penyelesaian secara hukum,” katanya.