Aktualisasi Nilai Isra Mi’raj di Era Digitalisasi, Ini Pesan Penting Pj Walikota Ambon di SDN 79

Spread the love

Ambontoday.Com, Ambon – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2024 M/ 1445 H di SDN 79 Ambon dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, termasuk ceramah agama dan penampilan seni dari para siswa, yang berlangsung di halaman sekolah SDN 79 Ambon, pada kamis (8/2/2024).

Dengan Mengusung tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Isra Mi’raj dan Kehidupan Ibadah di Tengah Terpaan Digitalisasi”, acara ini diharapkan dapat membimbing para siswa untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama di era digital yang serba cepat.

Pj Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, yang diwakili oleh Kabag Kesra, Sekertariat Kota Ambon, Fenly Masawoy, S.STP, menyampaikan pesan penting dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan spiritual yang luar biasa.

“Peristiwa Isra Mi’raj adalah momen yang penuh makna bagi umat Islam. Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas ibadah kita, baik di dunia nyata maupun di dunia digital,” ungkap Masawoy.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk tidak terlena dengan arus digitalisasi yang dapat menjerumuskan ke dalam hal-hal negatif.

“Gunakan teknologi dengan bijak untuk mencapai kemajuan akademik dan memperdalam pemahaman tentang Islam,” imbuhnya.

Kepala SDN 79 Ambon, Hj. Fou Djia Malik, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya, mengatakan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan sumber inspirasi untuk menerapkan nilai-nilai kehidupan yang lebih baik, terutama di era digitalisasi.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memahami nilai-nilai Isra Mi’raj dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Djia Malik.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru dalam membimbing para siswa dan berharap agar mereka dapat terus bekerja sama untuk melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

Acara ini dihadiri oleh para guru, staf, dan seluruh siswa SDN 79 Ambon. Selain ceramah agama dan penampilan seni, juga diadakan berbagai lomba, seperti lomba baca puisi dan lomba adzan. (AT008).