97.563 Balita Di Maluku Beresiko Stunting, Atapary Sentil Bunda Parenting Gagal
Secara presentase, penanganan stunting di Maluku masih berkisar 26,2 persen, atau masih jauh dibawah target nasional yaitu 23 persen. βAngka beresiko stunting sebanyak 97.563 Balita. Persentase stunting juga dari 28 persen baru turun 26,2 persen, atau jauh dari target nasional 23 persen.
Itu berarti tahun 2022 yang ditangani oleh Bunda Parenting Widya Pratiwi Murad gagal dalam aitan penurunan stunting di Maluku,βungkap Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary kepada wartawan, kemarin. Dikatakan, dalam upaya penanganan stunting, pemerintah daerah Maluku sudah sepatutnya efektifkan kembali Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai Wakil Gubernur. Bahkan Gubernur selalu bapak orang Maluku, harus segera mengambil peran, berkoordinasi lintas sektoral termasuk Bupati/Walikota, termasuk memberikan peran kepada Desa dalam upaya penanganan stunting.
βIni dikembalikan ke TPPS, peran wagub harus lebih efektif, Sekda, Kepala Bappeda, karena ini multi sektor penanganan, dan paling penting di desa sebagai ujung tombak yang harus diberikan peran,β ucapnya. Atapary mengakui, selama ini penanganan stunting belum dilakukan secara terstruktur, dan teroganisir secara baik. Terlihat masing-masing OPD masih berjalan sendiri Diambil contoh, Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa, untuk program kaitan penurunan stunting hanya kurang lebih Rp175 juta, tetapi ada program kurang lebih Rp4 miliar diberikan kepada PKK berlebel untuk kegiatan penurunan stunting, namun sangat jauh dari apa yang diharapkan. βKarena itu kita minta, ini sudah dianggarkan, untuk kegiatan Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa kaitan jambore PKK, kita minta sebaiknya difokuskan kepada istri-istri kepala desa. Jadi istri-istri kepala desa nanti bisa dipetakan dikoordinasi BKKBN, kira kira desa di Maluku yang lokus stunting tinggu, beresiko tinggi, istri kades dia datang, sampai dia betul betul memahami stunting.
Kalau bisa mereka dilatih, pemerintah daerah juga harus memberikan gelar duta parenting, jadi hanya di tingkat provinsi yang tangannya tidak sampai ke lokus,βtutur Atapary Jika semuanya dilakukan secara terorganisir, politisi PDI Perjuangan itu memastikan sampai akhir 2023, akan terjadi penurunan stunting, mengingat dalam penanganannya dilakukan sampai pada lokus-lokus stunting. (AT-009)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
PMII Bursel Soroti Dugaan Pelanggaran Lingkungan Proyek RSUD Salim Alkatiri, Pemda Diminta Berani Bertindak
3 weeks ago
Irjen Kementerian Pertanian Tinjau Progres Program Cetak Sawah di Maluku, Dorong βPercepatan Tanam Musim Kedua Tahun 2026
3 weeks ago
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Dimulai dari BurseL, Bupati La Hamidi Ajak Warga Rawat Alam
1 month ago
Demokrat BurseL Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Tanam Pohon Kasuari di Pantai Waefusi
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Smartphone Anda Kena Hack, Ini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya
KPUD MBD GELAR PLENO PENETAPAN TUJUH BELAS PPK KECAMATAN.
Risakotta, Hasil Evaluasi Prolegnas Oleh DPR RI dan Pemerintah Berdampak Baik Bagi Dunia Usaha
Peduli Beban Hidup Warga Kota Ambon, IAI Daerah Maluku Berbagi Bingkisan