Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Jalan di Buru Selatan: Jeritan Rakyat Menanti Uluran Tangan Pemerintah
Dampaknya bukan sekadar genangan, melainkan lumpuhnya akses dan runtuhnya harapan. Jalan dan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Leksula dengan pusat pemerintahan di Namrole kini porak-poranda. Longsoran tanah menutup seluruh akses, membuat warga terisolasi, dan menghentikan denyut ekonomi di wilayah yang selama ini bergantung pada jalur darat tersebut.
Aser Biloro, S. Pd, Sekretaris DPD Pemuda LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Buru Selatan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang menghantam kampung halamannya. Dalam suara yang menggema kepedihan, ia meminta agar Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku tidak menutup mata. > βKami menantikan kehadiran nyata dan penuh tanggung jawab dari Kepala BPJN Maluku untuk segera turun tangan.
Jalan dari Namrole ke Leksula bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi penghubung antarjiwa dan harapan. Jika tak segera diperbaiki, maka keterisolasian akan menjadi luka kolektif masyarakat, dan aktivitas ekonomi akan sekarat,β ujar Aser dengan nada penuh harap. Ia menekankan bahwa tindakan teknis tidak cukup.
Dibutuhkan langkah-langkah preservasi yang berkelanjutan β pemeliharaan jalan dan jembatan secara rutin dan berkala β demi menjaga keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada akses ini. Tak hanya BPJN, seruan juga ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Maluku. Aser mengingatkan, bahwa janji-janji politik akan kehilangan makna jika tak menyentuh penderitaan rakyat di pelosok. > βKami berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tidak membiarkan air mata rakyat mengalir tanpa makna.
Jangan biarkan visi-misi pembangunan hanya jadi syair di atas kertas. Kini saatnya turun ke bumi, menyentuh lumpur bersama rakyat, dan menghadirkan solusi, bukan sekadar retorika,β lanjutnya tegas. Hari-hari di Buru Selatan kini dipenuhi kecemasan.
Anak-anak tak bisa bersekolah, petani tak bisa menjual hasil bumi, dan warga tak bisa menjangkau pelayanan kesehatan. Semua menanti: langkah konkret, kepedulian yang nyata, dan uluran tangan tulus dari para pemangku kebijakan. Rakyat tidak meminta kemewahan.
Mereka hanya ingin jalan dibuka, harapan dipulihkan, dan kehidupan kembali berjalan. Maka dari itu, suara-suara dari Buru Selatan ini semoga sampai ke telinga yang berkuasa β agar negeri ini tak hanya indah dalam puisi, tapi juga adil dalam aksi. (Biro BurseL)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Telkomsel Menghadirkan Pilihan Terbaik bagi Indonesia untuk Menikmati Disney+ Hotstar
Telkomsel Umumkan Best Talents Program IndonesiaNEXT Season 7, Salah Satunya Mahasiswa dari Maluku
Kamu Dilahirkan Untuk Menjadi Cahaya Bintang
PKL WONRELI KECEWA DENGAN PEMERINTAH KECAMATAN SOAL RELOKASI YANG TEBANG PILIH