Gustu Covid-19 Evaluasi Satu Pekan PSBR

AMBON, ambontoday.com – Sepekan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR) di Provinsi Maluku, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, memimpin rapat evaluasi pemberlakuan PSBR di Sekretariat Gustu Provinsi, lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (23/4).

Rapat evaluasi dalam upaya pemutusan mata rantai Covid-19 itu dihadiri Sekretaris Kota Ambon, AG Latuheru, beserta pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon, Danrem 151 Binaiya beserta jajarannya, Perwira Polda dan pimpinam OPD vertikal lainnya.

Memulai jalannya rapat, Kasrul yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku mengungkapkan, pihaknya bersama pimpinan OPD terkait di lingkup Pemprov Maluku telah membahas apa yang telah dikerjakan, dan langkah apa yang selanjutnya akan diambil.

“Rapat ini sebagai tindak lanjut untuk informasikan bahwa hari Selasa 21 April lalu, kita telah rapat membahas apa yang telah kita kerjakan dan apa yang akan dikerjakan. Sekarang ini kita akan mensosialisasikan hasilnya, mengimplementasikan, juga meminta masukan,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang harus diambil dengan hanya berkoordinasi via telepon, karena perkembangan dan informasi terkait penanganan Covid-19 kerap berlangsung dinamis dan sangat cepat.

“Perkembangannya sangat dinamis, sehingga kadang perlu kebijakan yang kita ambil hanya berkoordinasi melalui saluran telepon. Misalnya, hasil rapatnya begini, tapi karena hasil tracking ada penambahan pasien atau juga ada yang sembuh, makanya diambil kebijakan,” ungkapnya.

Di rapat itu, Kasrul memaparkan peran petugas Pos Pengamanan dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang ditempatkan di daerah perbatasan antara Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Dia juga menyinggung tentang format pendataan pada Pos Pengamanan.

“Pos Pengamanan dibentuk sebagai fungsi pengawasan protokol pencegahan Covid-19 pada daerah perbatasan antara Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Ini ada format pendataan pada Pos Pengamanan. Kami minta masukan sebelum dicetak dan didistribusikan,” pintanya.

Baca Juga  KAPOLRES MBD PIMPIN UPACARA SERTIJAB Tiakur,- Kapolres maluku barat daya AKBP Budi Adhy Buono SH, SIK, MH., Memimpin upacara seraterima jabata (sertijab) dan secara langsung menkuhkukan 4 pejabat perwira polres maluku barat daya bertempat di Lapangan mako polres maluku barat daya ,sabtu (20/03/21). Dalam sambutan kapolres Maluku barat daya AKBP Budi Adhy Buono SH, SIK, MH., bahwa, mutasi atau perpindahan personil itu adalah hal yang biasa di organisasi polri, fungsingnya adalah untuk reodelisasi ataupun permejeng peremajaan personil polri. Dirinya minta agar tunjukan yang terbaik, baik itu pejabat lama maupun pejabat yang baru, selaku pimpinan mengucapkan terima kasih kepada pejabat yang lama yakni, kasat lantas,kapolsek babar timur, kapolsek wetar, yang telah medidikasikan dirinya untuk mengabdi kepada polres MBD. "Lanjud adhy" untuk pejabat baru selamat bertugas dan anda sekarang bagian dari polres maluku barat daya dan saya minta segera kenali lingkungan anda wilaya anda agar anda dapat melajsanakan tugas secara maksimal dan sebaik-baiknya. "Namun" Bagi para pejabat baru dan rekan-rekan bahwa di masa kepimpinan kapolri yang baru banyak program- program naupun kegiatan yang harus di laksanakan pada 100 hari kerja kapolri dan kita sama-sama tau ada berapa tranformasi polri menuju polri yang prefesi yakni , tranformasi dan organisasi, transformasi opradional, transfomasi pelayanan publik, transformasi pengawasan internal , dan ini akan menjadi tangung jawab kita semua dan rekan-rekan jajaran polres MBD harus paham semua karena program ini sudah berjalan . Selain itu buono meminta kita semua mengikuti dinamika yabg berkembang baik itu informasi secara intenasional,nasional, regional, maupun lokal, ini dapat memudahkan kita untuk mendaoatkan informasi, agar kita paham apa yang jejakkan penerintah atau pimpinan kita. "Kapolres" berharap dengan adanya momen ini menjadi percun bagi kita, Untuk selalu membuat terbaik dan pengabdian kita terhadap institusi polri tercinta, dan semoga apa yang sudah kita perbuat dan laksanakan menjadi ladang ibada bagi kita semua, harapnya.

Ia menjelaskan, tujuan pembatasan atau penutupan moda transportasi laut (khusus penumpang) antara lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dan memberikan jedah waktu untuk penyelidikan epidemiologi dan pelaksanaan surveilans.

“Kita juga obati yang sakit sesuai dengan ketersediaan faskes (fasilitas kesehatan) dan penyiapan infrastruktur serta kelembagaan untuk Karantina Terpusat,” jelasnya.

Sementara peran Petugas Pengamanan dan Dishub di daerah perbatasan, yakni untuk melaksanakan pembatasan keluar masuk kendaraan dan orang.

“Sekaligus penegakan aturan bagi masyarakat yang tidak mematuhi aturan
protokol Covid-19,” tegasnya.

Menurut Kasrul, peran Kader Kesehatan juga dibutuhkan untuk menyampaikan informasi pencegahan Covid-19 kepada warga di sekitarnya, mendorong partisipasi warga untuk menjaga kebersihan, dan pembatasan kontak fisik.

“Juga membantu Ketua RT/RW dan Pemerintah Desa dalam menyediakan makanan dan kebutuhan logistik bagi warga yang melakukan isolasi mandiri,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Kota Ambon, AG Latuheru, meminta agar perlu dibicarakan secara tuntas pembatasan antara Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di level masyarakat.

“Kita perlu bicarakan lagi tentang perbatasan Kota dan Malteng. Kami minta agar diatur dengan Malteng. Kita mungkin faham, tapi di level bawah (masyarakat, red) bisa saja terjadi benturan sehingga perlu diantisipasi,” tukas Latuheru.

Hal itu, kata dia, karena adanya kejadian dimana masyarakat di Malteng tidak mau ada orang di luar Malteng yang masuk ke daerah mereka.

Menanggapi itu, Kasrul berjanji akan membicarakannya dengan Pemerintah Kabupaten Malteng. “Kita akan bicarakan dengan Bupati,” tandasnya (AT/lamta/humas)