Bupati Safitri Malik Hibah Lahan untuk PLN UIW MMU
"Kita berupaya agar Pulau Buru khususnya Kabupaten Buru Selatan bisa terang, karena memang selama ini hal ini yang menjadi keluhan masyarakat. Apalagi kalau bicara tentang SDA pendidikan dan kesehatan, semua butuh PLN, sementara dari PLN sendiri belum bisa untuk memenuhi semua itu. Akhirnya berdampak pada kepentingan masyarakat,"ungkapnya.
Safitri katakan, masalah listrik ini juga membuatnya merasa pesimis karena banyak investor mau masuk, tapi karena masalah kelistrikan menghambat semua. Dengan penyerahan lahan untuk membangun gardu hubung, dia berharap bisa mengatasi masalah kelistrikan di Kabupaten Buru Selatan. Sementara itu, Manager UP3 Ambon, Maryudin Saleh bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Buru Selatan yang telah mendukung PLN dengan menghibahkan lahan untuk pembangunan gardu hubung.
"Kami sangat bersyukur atas dukungan dari Pemkab Bursel, terutama kepada Ibu Bupati yang telah membantu kami dengan menghibahkan lahan,"tandasnya. Menurutnya, tanpa dukungan dari pemerintah daerah, PLN tidak bisa melayani masyarakat secara maksimal. "PLN dengan Pemda ini hanya berbeda pakaian dinas tapi intinya kita sama-sama melayani masyarakat dengan baik,"ujarnya Pembangunan gardu hubung ini untuk tingkatkan kehandalan jaringan listrik di Kota Namrole. "Adapun luas lahan yang dihibahkan yaitu 6Γ6 meter, sesuai berita acara,"jelasnya. Dengan adanya gardu hubung ini, Maryudin ungkapkan jika ada ganguan, tidak beperngaruh ke sistem yang lain.
Karena gardu hubung ini untuk backup. "Selain itu jika ada pekerjaan terencana, kita tidak padam satu kali l, tapi kita padam bertahap, untuk meminimalisir tingkat padam pada saat kalau gardu hubung sudah jadi. Jadi tidak perlu kita padam satu kali, tapi padam bertahap,"terangnya.
Dikatakannya, saat ini Kota Namrole sudah terlayani listriknya 24 jam dan juga sudah tambah mesin sewa. Mesin sewa itu kemarin sudah masuk dan bisa layani dan sudah di suplay sampai Wamsisi . "Untuk Namrole sendiri itu terbagi ada 3 KP, Wamsisi, bAmbalau dan Leksula.
Ini semua sudah operasi 24 jam. Dulunya Leksula dan Ambalau hanya terlayani 12 jam, namun di tahun 2023 sudah kami listriki tambah jam nyala jadi 24 jam,"tutupnya. (BurseL) .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Siamiloy Kecam Pemberian Hibah Lahan Milik Pemda MBD Kepada Leunupun Oleh Mantan Bupati Barnabas Orno
Pengemudi Angkot Keluhkan Syarat Masuk Kota Ambon dimasa PKM
Program 100 Hari Kerja, Bupati Safitri Minta Pedagang Jaga Kebersihan Pasar
Sempat Viral, Vidio Air Naik di Tanimbar Tidak Benar
Satgas Covid-19 KKT Terkesan Cuek, SMKN 6 Pesta Joget