Dugaan Kekerasan di KM. Pangrango, Pelni Saumlaki Sampaikan Klarifikasi dan Permohonan Maaf.
Pangrango terhadap seorang penumpang. Mediasi tersebut berlangsung setelah kapal tiba di Pelabuhan Saumlaki pada pukul 18.00 WIB, dengan menghadirkan pihak korban dan perwakilan Pelni. Korban, Marten Manutila, langsung mendatangi kantor PT.
Pelni Terminal Poin Saumlaki untuk menyelesaikan masalah secara damai tanpa memperpanjang konflik. Manutilaa, seorang warga Saumlaki yang terkenal karena aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, merasa bahwa menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan lebih berharga daripada melibatkan proses hukum yang panjang dan melelahkan. "Saya tidak ingin masalah ini diperbesar, saya datang ke sini agar kita dapat menyelesaikannya dengan baik dan damai," ujar Manutilaa dalam pertemuan mediasi di Kantor Pelni Saumlaki.
Ia juga menambahkan bahwa insiden ini tidak hanya mengenai dirinya, tetapi juga menyangkut reputasi PT Pelni Terminal Poin Saumlaki sebagai perusahaan yang sudah lama beroperasi dan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya. Menanggapi insiden tersebut, Kepala PT Pelni Terminal Poin Saumlaki Idrus, menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh penumpang, termasuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama pelayaran.
Idrus, yang telah menjabat sebagai kepala Pelni Terminal Poin di Saumlaki selama kurang lebih dua tahun ini, merasa prihatin dengan kejadian ini dan bertekad untuk melakukan introspeksi guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. "Atas nama PT Pelni Terminal Poin Saumlaki, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Marten Manutila atas kejadian yang dialami. Ke depannya, kami akan mempertegas kepada seluruh ABK dan petugas keamanan agar memperlakukan penumpang dengan baik serta melindungi mereka selama pelayaran hingga tiba di tujuan dengan selamat," jelas Idrus.
Ia juga menambahkan bahwa PT Pelni akan mengadakan pelatihan ulang bagi seluruh kru kapal terkait pelayanan yang ramah dan humanis. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh penumpang merasa dihargai dan diperhatikan selama perjalanan. Di sisi lain, Idrus menjelaskan bahwa kapal memiliki prosedur operasi standar (SOP) terkait penumpang tanpa tiket.
Tindakan pengamanan yang dilakukan bertujuan untuk menjaga ketertiban, namun akan diperbaiki agar tidak terjadi kontak fisik yang dapat disalahartikan oleh penumpang dan memicu kesalahpahaman. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi perusahaan transportasi laut untuk terus menjaga profesionalisme dan mengutamakan kenyamanan penumpang dalam setiap perjalanan. Insiden ini dapat berfungsi sebagai kesempatan untuk meningkatkan standar operasional yang ada dan membangun kepercayaan kembali dari masyarakat, Dalam jangka panjang, langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya akan memenuhi ekspektasi para pelanggan tetapi juga memperkuat reputasi PT Pelni sebagai penyedia layanan transportasi yang andal dan bertanggung jawab. (AT/BAJK)Β
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Tahun ini, Walikota bersama Kapolresta Dengarkan Sejumlah Keluhan Masyarakat
Lariskan Jualan PKL di Pasar Mardika, Pemkot Ambon Gelar SOBATKU
Prakiraan Cuaca BMKG untuk Banjarnegara: Hari Ini, Selasa 13 Mei 2025 - Siaga Hujan Lebat di Beberapa Area
Hardiknas 2022, PCPS GMKI BurseL Wisata Karya Ke Sekolah Dasar di Namrole