Kembangkan Pariwisata Maluku, Festival Pulau Rempah akan Digelar di Banda
Festival ini dirintis oleh Dinas Pariwisata Provinsi Maluku dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk mengembangkan wilayah Maluku menjadi destinasi pariwisata unggulan yang berpusat di Kepulauan Banda. Director β Spice Islands Festival (SIF) Franki Raden, Ph. D dalam rilisnya, Rabu (11/11/2020) menjelaskan, keindahan alam bawah laut Kepulauan Banda dengan keunikanΒ hammerhead sharkβ nya yang ramah terhadap manusia membuat tempat ini menjadi populer di kalangan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.
Banda Neira di Indonesia, kata dia, Β juga dikenal sebagai tempat pembuangan tokoh para pejuang seperti Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir di masa kolonial. Rumah tempat tinggal mereka saat ini menjadi museum sejarah yang kerap dikunjungi oleh wisatawan. Selain hal di atas, menurut Franki Raden, dengan memanfaatkan peran Banda sebagai pusat Jalur Rempah dunia internasional pada abad ke 16 β 19 yang secara historis sangat penting bagi Indonesia, Spice Islands Festival akan menjadi alat promosi yang penting untuk menarik perhatian dunia internasional terhadap wilayah Maluku.
βDisamping tujuan untuk menjadikan wilayah Maluku sebagai destinasi wisata internasional, SIF juga bertujuan untuk mengangkat dan memberdayakan serta Β memperkenalkan kebudayaan masyarakat Maluku kepada masyarakat internasional,βjelasnya. Dikatakan, hal ini tercermin dalam program SIF yang akan memberikan fokus kepada kesenian Maluku, baik yang ada di wilayah Maluku sendiri, maupun yang dikembangkan di luar negeri oleh masyarakat Maluku yang berdomisili di Eropa. Untuk kesenian Maluku SIF akan menampilkan antara lain: Tarian Cakalele, Gong Sembilan dan Rebana Hadrat dari Banda Neira, Ensembel Tiup (Brass), Totobuang dan Musik Katreji dari Ambon.
Dari Belanda, lanjutnya, para seniman Maluku yang berdomisili disana juga akan menampilkan kesenian seperti musik dan tari yang masing-masing digarap oleh Equita de Fretes (Duo Totobuang), Tiga Batang Rumah (Trio Tifa), Jessica Manuputty (Duo Vokal), Maurice Rugebregt (solo gitar) dan Mahina Tiare (Tari). Untuk melengkapi keragaman budaya di wilayah Nusantara, penampilan grup kesenian dari wilayah Maluku ini akan didukung oleh para seniman dari Aceh (Saleum), Minangkabau (Balega), Jakarta (Debu) dan seorang pemain trompet muda asli Ambon yang tinggal di Jakarta, Jordy Waelauruw. Acara SIF di tanggal 14 November ini akan ditayangkan pada tanggal 21 November melalui Youtube: Lokaswara Projects dan FB: Lokaswara Festival disamping channel sosial media Kemenparekraf: @kemenparekraf. ri dan Dinas Pariwisata Propinsi:https://www. youtube. com/channel/UCPPX-oagXu2joGFimfYW9Sw pada Pk 21:00 WIT atau Pk 19:00 WIB.
Ia menambahkan, berhubung dalam situasi Pandemi, acara tanggal 14 November di Bandaneira hanya diselenggarakan untuk rekaman video. Para peminat SIF diharapkan menonton tayangan SIF di platform media tersebut di atas. βSelamat menyaksikan dan mudah-mudahan bisa berjumpa dalam acara live Spice Islands Festival di tahun 2021 nanti di Banda Neira,β tandasnya (AT/lamta/humas)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
SEMMI BurseL Menilai Sadali Masih Layak Sebagai Sekda Maluku
Korem 151/ Binaiya gelar sidang Parade Seleksi Calon Tamtama
Sah Serin PAW Titirloloby Sebaga Anggota DPRD Kepulauan Tanimbar