Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
โMenanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Provinsi Maluku, Dr. Ir. Ilham Tauda, SP., M.
Si kepada media ini, Kamis 2 Juli 2026 di ruang kerjanya menyampaikan, Program ini rencananya baru akan terlaksana di Maluku pada tahap kedua sebelum akhir tahun 2026. โ"Memang program ini diperuntukan untuk semua daerah di Indonesia, namun Kementerian juga punya skala prioritas dan keterbatasan sehingga tidak semua wilayah di maluku ini akan memperoleh bantuan tersebut. โNamun khusus untuk hilirisasi di Maluku, kita akan memperoleh bantuan komoditi peternakan di tahap kedua yang direncanakan nanti akan dilaksanakan sebelum akhir tahun 2026.
โโUntuk maluku akan memperoleh bantuan berupa total nilai investasi dari BUMN Danantara sebesar 544 miliar yang diperuntukan untuk Pulet (ayam yang siap bertelur), untuk Pakan, RPHU (rumah potong hewan unggas), dan Coolstorage," jelas Tauda. โKadistan mengatakan, hal ini sudah disampaikan ke kabupaten untuk bisa menyiapkan lahan dimana tidak berada pada satu titik saja melainkan akan tersebar di beberapa titik strategis. โโ"Misalkan untuk Pulet, Pulet ini kita mempertimbangkan lokasi-lokasi yang saat ini program peternakannya berkembang cukup bagus.
โUntuk Pakan, salah satu kendala Peternakan kita di maluku kenapa belum bisa dikembangkan secara besar-besaran karena terkendala masalah Pakan. Untuk itu dengan adanya industri Pakan akan mendorong perkembangan peternakan di Maluku yang juga dilengkapi dengan Rumah Potong Hewan dan Unggas dimana semua itu sudah menerapkan sistem yang lebih modern, selain itu ada juga Coolstorage," ungkapnya. โโTauda juga menyampaikan, untuk produksi Peternakan Ayam tahun 2026 di Maluku saat ini ada terjadi peningkatan sebesar 20% sampai 30%.
โโSaat ini produksi Telur Ayam itu 10,190 ton, sementara kebutuhan kita 14.995 ton, itu berarti masih ada sekitar 300 yang masih defisit, estimasi kemampuan produksi 67%. โโSementara untuk produksi Ayam Pedaging itu 9.501 ton kebutuhan kita 14.463 ton, itu berarti ada 4.963 ton yang masih defisit dengan estimasi produksi 63%, tutupnya (AT)
๐ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
๐ฌ 0 Komentar
๐ญ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Gubernur Maluku Dorong PTMSI Fokus Pembinaan Atlet Muda dan Perkuat Prestasi Tenis Meja
1 week ago
Gubernur Maluku Jajaki Kemitraan Strategis dengan ASDP, Perkuat Konektivitas Laut Antar Pulau
1 week ago
Jemput Solusi di Kemendagri, Gubernur Maluku Pastikan Sengketa Tapal Batas Malteng-SBB Temukan Titik Terang
1 week ago
Peringati Hari Anak Nasional Ke-42, Pemprov Maluku Dukung Gerakan Nasional RANA
1 week agoRekomendasi Untuk Anda
Pos SAR Dobo Evakuasi 9 Penumpang Kapal Motor yang Alami Mati Mesin Dengan Selamat
Pemkot Ambon Siap Mendukung & Menfasilitasi Panitia Penyelenggara Pemilu 2024
Aktivitas Judi Bola Guling Kembali Beroperasi Usai Kunjungan Kapolda
Buruan Polres Bursel Berakhir di Surabaya, DPO Kasus Pelumas Diduga Palsu Ditangkap
Kolaborasi Diskominfo Maluku dan Media Bahas Refleksi Pembangunan Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Maluku