MSF: Gaza Jadi Kuburan Massal, Warga Palestina dan Relawan Tewas
Situasi di Gaza semakin memburuk karena penolakan masuknya bantuan internasional ke wilayah tersebut dalam waktu lebih dari satu bulan terakhir. Banyak pihak di berbagai belahan dunia telah mengutuk kondisi ini. Doctors Without Borders (MSF) pada hari Rabu, tanggal 16 April 2025 menggambarkan Gaza sebagai sebuah pemakaman besar.
Bukan hanya penduduk biasa saja yang jadi korban, tetapi juga banyak tenaga kemanusiaan di Gaza yang ikut terkena dampaknya. "Keberadaan penduduk Palestina sekali lagi dilenyapkan dengan cara yang terstruktur. Runtunan serangan mematikan dalam tiga minggu terakhir oleh tentara Israel menggambarkan ketidakpedulian yang jelas terhadap keamanan tenaga kemanusiaan dan petugas medis di Gaza," seperti dinyatakan oleh MSF.
Pada tanggal 30 Maret 2025 di Rafah, bagian selatan Gaza, ditemukan 15 mayat staf medis beserta dengan ambulan yang mereka naiki dalam satu kuburan massal. Terkait penemuan tersebut, MSF meminta agar dilakukan penyelidikan internasional serta mandiri mengenai serangan terhadap tenaga kesehatan. "Perbuatan kekerasan terhadap tenaga kemanusiaan yang sangat mengkhawatirkan ini merupakan bukti lebih lanjut tentang ketidakpedulian lengkap yang diperlihatkan oleh tentara Israel dalam melindungi petugas kemanusiaan serta perawat.
Ketidakinginan berbicara dan dukungan mutlak dari mitra paling dekat Israel semakin memberdayakan hal tersebut," jelas Claire Magone, Direktur Utama MSF Perancis seperti dilansir Anadolu Agency. Organisasi bantuan kesehatan itu pun mengecam ketidakefektifan Sistem Peringatan Kemanusiaan, sistem yang dirancang untuk memfasilitasi gerakan yang aman bersama tentara Israel. "Hampir tak memberi sedikitpun jaminan akan proteksi.
Kami melihat sendiri kerusakan serta pemasukan paksa dari semua warga yang ada di Gaza," ungkap Amande Bazerolle, koordinator darurat MSF di Gaza. Gaza sudah berubah jadi pemakaman besar bagi penduduk Palestina serta orang-orang yang mendatangi tempat itu untuk menolong mereka, katanya. "Dikarenakan tak terdapat zona aman bagi penduduk Palestina ataupun orang-orang yang mencoba mendukung mereka, respon bantuan humaniter menghadapi tantangan besar disebabkan oleh situasi yang tidak stabil serta kelangkaan pasokan yang sangat serius; hal ini membuat masyarakat hampir tanpa opsi, atau bahkan sama sekali tiada, dalam upaya memperoleh perawatan medis," jelasnya.
AS berikan syarat
Mengenai kondisi di Gaza, duta besar utama untuk Presiden AS Donald Trump, Adam Boehler menyampaikan bahwa serangan terhadap Gaza dapat berakhir apabila kelompok pejuang Palestina, Hamas melepaskan seluruh tahanan yang masih mereka pegangi. "Saya bisa menginformasikan kepada Anda bahwa perang akan cepat usai, terutama begitu sangsandera dilepaskan. Di hari yang sama dengan pembebasan mereka, peperangan akan berhenti," demikian keterangan dari laporan Al Jazeera.Boehler mengatakan bahwa sekarang 'kesempatan' ada di tangan Hamas mengenai keadaan di Gaza. Akan tetapi, apabila seluruh tahanan masih belum dilepaskan, tak akan ada kemajuan signifikan tentang situasi di Gaza tersebut. "Siapa pun bisa menghubunginya setiap saat.
Hamas berhak untuk menyelesaikan hal ini. Tanpa tindakan apapun dilakukan sampai seluruh sandera dilepaskan," katanya. "Pertama-tama, lepaskan seluruh sandera.
Kedua, marilah kita atasi situasi ini besok," katanya. Boehler tidak memberikan penjelasan yang jernih tentang 'hari esok'. Akan tetapi, ia menyebutkan ide Trump terkait dengan transmigrasi besar-besaran penduduk Palestina dari Gaza ke suatu negeri lain. ***
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Zain Latukaisupy: Legalitas Tambang Sinabar lha Menunggu Kajian Amdal
4 weeks ago
Tokoh Adat Minta Polres Usut Dugaan Penggunaan "Ifutin", Tradisi Sakral Dilarang Dijadikan Alat Mencelakai Orang
4 weeks ago
Israel Serang Hamas, Menewaskan lebih 60 Orang
1 year ago
Israel Tewaskan 17 Warga Gaza di Serangan Dini: Krisis Lapar Melanda, Iran-Suriah Siap-siap Bertindak
1 year agoRekomendasi Untuk Anda
Gebyar Wisata Vol.3 Sukses Digelar: Mahasiswa IAKN Ambon Jadi Motor Penggerak, Ambon Tegaskan Identitas Kota Musik dan Toleransi.
KEARIFAN LOKAL TANIMBAR
Tanda dan Alasannya: Mengapa Tubuh Anda Kekurangan Vitamin D?
TNI-Polri Gandeng Rakyat Gelar Karya Bakti Jelang HUT KOREM 151 Binaiya Ke 18