Oktober, Ambon Alami Inflasi Sebesar 0,45 Persen
βInflasi di Kota Ambon terjadi karena adanya kenaikan IHK pada 6 kelompok pengeluaran yakni, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,51 persen kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,96 persen, kelompok sandang sebesar 0, 38 persen, kelompok kesehatan, 0, 20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,15 persen, kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan 1,08 persen. Sementara itu deflasi terjadi hanya pada satu kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,11, Kata Kepala Bidang Distributor BPS Provinsi Maluku, Jesika Pupella, di Kantor BPS Provinsi Maluku, Rabu (7/11/18). Di bulan Oktober 2018, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Ambon, yang mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan/andil terhadap inflasi Kota Ambon sebesar 1, 0304 persen, sedangkan komoditi-komoditi mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/ andil bagi inflasi tahun ke tahun sebesar -0,5831 persen.
βKomoditas yang menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah angkutan udara, tukang bukan mandor, kue kering berminyak, cabai merah, dan cabe rawit. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di kota ambon adalah ikan layang, kangkung, daging ayam ras, bawang merah, dan lemon cina,β ujar Pupella. Sementara untuk Kota Tual, terjadi inflasi sebesar 0,71 persen, diakibatkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 152,30 pada September 2018 menjadi 153,38 pada Oktober 2018.
Inflasi tahun kalender kota tual pada Oktober 2018 sebesar 0,05 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1, 20 persen. Inflasi di Kota Tual terjadi karena adanya kenaikan IHK pada lima kelompok pengeluaran yakni, kelompok bahan makanan sebesar 1,54 kelompok makanan jadi, minuman, merokok, dan tembakau sebesar 0,40 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan makanan sebesar 0,02 persen, pendidikan, rekriasi dan olahraga, sebesar 0, 09 persen, dan pada kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0, 43 persen, sedangkan dua kelompok tidak mengalami perubahan yakni kelompok sandang dan kelompok kesehatan. Di Oktober 2018, komoditi-komoditi dalam paket komoditas pihak apa dakota tual mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan andil terhadap inflasi kota tual sebesar 15640 dan komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/andil bagi inflasi kota tual sebesar -0, 8578 persen.
Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Tual adalah bayam, ketela, rambat, kangkung, enbal gepe dan cabe rawit. sementara komoditas yang dominan menyumbang deflasi di Kota Tual adalah ikan cakalang, ikan kembung, ketela pohon, telur ayam, ras, dan sagu. (AT-009)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Produk dan Inovasi Layanan Telkomsel Jadi Pilihan Terbaik Masyarakat di Indonesia
Masyarakat Karatat Desak Kades Definitif Segera di Aktifkan.
Jasa Raharja dan Amazon Jalin Kerja Sama Pengembangan Culture InnovationΒ
Seleksi Panwasca Kedekatan Bukan Jaminan Lolos
Pj. Wali Kota Terima Duplikat Bendera Pusaka