Pasian Covid-19 Meninggal, Protokol Kesehatan Tidak Diterapkan
Margerety Kamis, (29/4) hingga saat ini jenasanya masih berada diruang isolasi covid-19. Pantauan ambontoday. com di RDUD dr.
Margerety terkait protokol kesehatan sangat diragukan karena, pihak keluarga yang langsung menemani jenasa diruang isolasi tanpa APD. Riskannya, keluarga dari jenasa dengan seenaknya berkeliaran diseputaran rumah sakit, pihak rumah sakit terlihat tidak ada tindakan pencegahan sedikitpun terhadap keluarga yang berkeliaran diseputaran rumah sakit. Ketika keluarga dikonfirmasi katakan, hasil yang dikeluarkan pihak rumah sakit selalu diikuti, namun disesali jenasa belum juga dilakukan tindakan.
"Saya sebagai istri dan keluarga sangat tidak sependapat, namun karena pihak rumah sakit sudah fonis kita mau buat apa" ujar istri korban Sin Teryola/Batmomolin istri korban. Dikatakan juga, keluarga beasar mereka tidak setuju untuk suaminya dimakamkan secara protokol kesehatan, harus dibawa ke desa Kilmasa Kecamatan Kormomolin, karena mereka pihak keluarga di Kilmasa tidak mengakui sudara mereka difonis Covid-19. Kondisi di rumah sakit semakin tegang dengan kehadiran keluarga korban yang tidak setuju saudara mereka dinyatakan Covid-19. (AT/Niko)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Komunitas Delen Met Jullie Ajak Anak Ambon Kembangkan Potensi dan Peduli Lingkungan
BPJS Kesehatan Gelar Bimtek PCare Vaksinasi Covid-19
BNPB: Kebanyakan Kasus Karhutla di Indonesia Disebabkan oleh Tindakan Manusia
Pengurus WI Maluku Harus Punya Kepekaan yang Tinggi
Prevalensi STUNTING di Bursel Turun 35,5; ini Harapan Wakil Bupati