Pergantian Pejabat Desa Oki Lama: Keputusan Sarat Politik, Masyarakat Menuding Bupati La Hamidi Bermain
Dalih yang diusung tampak sederhana: laporan BPD soal tunggakan satu bulan, diperkuat surat pernyataan di Inspektorat bahwa Roing berjanji melunasi setelah pencairan ADD tahap pertama. Namun, dalam forum itu bendahara desa justru menegaskan bahwa tunggakan telah dilunasi, bukti pembayaran pun sudah diserahkan. Masyarakat menilai langkah Kabag Pemerintahan keliru dan gegabah.
Bukannya melakukan klarifikasi kedua untuk memastikan kebenaran, keputusan pemberhentian malah diambil sepihak. Kesalahan prosedur ini menyingkap tabir bahwa pemberhentian Roing Lesnussa bukan semata perkara administrasi. Lebih dari itu, warga menilai ada aroma politik busuk yang menyelimuti keputusan ini.
Pergantian pejabat desa seolah menjadi panggung sandiwara kekuasaan, di mana kepentingan lebih bising daripada suara rakyat. Bagi masyarakat Oki Lama, bau amis politik itu begitu menyengatβlebih menusuk daripada sekadar tunggakan sebulan yang sejatinya telah diselesaikan. Sorotan pun mengarah ke Bupati Buru Selatan, La Hamidi.
Publik bertanya, mengapa pejabat yang jelas telah menunaikan kewajibannya justru dilengserkan? Apakah ini bukan bentuk permainan politik yang diskenariokan dari atas? Jika benar demikian, maka Bupati telah menodai martabat pemerintahan desa dengan keputusan yang beraroma kepentingan pribadi.
Tak hanya berhenti di ruang rapat, kabar pergantian ini kini meluas ke ruang publik digital. Di media sosial Facebook, khususnya grup-grup Buru Selatan, informasi ini ramai diperbincangkan. Warganet dengan lantang mempertanyakan integritas pemerintah daerah dan menyebut keputusan tersebut sarat kepentingan politik yang busuk.
Kritik pun mengalir deras, seakan menegaskan bahwa masyarakat tak tinggal diam. Kini, masyarakat Oki Lama menuntut keadilan. Mereka bersuara lantang: tidak ada alasan sah untuk memberhentikan Roing Lesnussa.
Jika suara rakyat diabaikan, maka sejarah akan mencatat bahwa pergantian pejabat desa ini hanyalah bagian dari permainan kekuasaan yang penuh tipu daya. [Nar'Mar] .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
4 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Sinergi Kuat Terjalin, Tim Pora Kota Ambon Siap Awasi Orang Asing
DPRD Ambon Soroti Kinerja Pemkot, Minta Rekomendasi LKPJ 2025 Segera Ditindaklanjuti
Hamparan Pasir Putih dan Laut Jernih, Surga Tersembunyi Buru Selatan di Maluku Keindahan Buru Selatan.(Indonesia Tourism)
Kepala BRI Unit Tiakor Bantah Kantor BRI Dijadikan Tempat Hiburan