PJ Bupati Kepulauan Tanimbar Diminta Pecat Kades Lamdesar Timur
Hal itu hanya tipu muslihat dari Kades untuk memperlancar praktek kumpul kebohnya. Kades juga mengatakan bahwa dirinya dan Orpa sudah melaporkan keberadaan mereka berdua kepihak pimpinan Gereja yakni pastor paroki Larat, ketika hal itu di konfirmasikan oleh pihak redaksi ambontoday. com, pastor mengakui itu, namun prosesnya harus mengikuti aturan atau mekanisme Gereja.
"Betul mereka sudah datang untuk lapor, namun sebagai Imam saya terima, tapi tidak sementara - merta di proses begitu saja, kita harus ikut aturan gereja dan jika itu bertentangan sudah pasti kita tidak proses karena aturan Gereja jelas dan tidak bisah diubah dalam bentuk apapun," ungkap pastor. Disisi lain, Poly Matruty kepada ambontoday. com Jumat, (13/12) katakan, sesuai hasil konfirmasi dirinya dengan Wilce Ongirwalu yang memerankan bahwa suami sah dari Orpa Yafur : MERIKUS RENYAAN tidak memberikan ijin untuk Orpa menikah dengan Kades, sehingga permohonan yang diajukan ke hakim gereja sudah dihentikan prosesnya. "Jadi Klarifikasi yang dibuat oleh Kades itu tidak benar," tegas Matruty Lanjut Matruty, menyambung pembicaraan Wilce bahwa saat itu dihadapan frater diakon, mereka menelpon Merikus untuk tanyakan kesediaannya dalam hal memberi ijin kepada Orpa untuk bisa menikah dengan Faustinus Ngobut, tetapi Merikus dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak akan memberikan ijin apapun itu. Hal ini menambahkan bahwa praktek kumpul kebo yang dilakoni oleh kades Lamdesar Timur itu benar, mengingat keduanya sudah ada berdiam satu atap, sehingga hal ini mesti direspon cepat oleh Pejabat Bupati Kepulauan Tanimbar. "Biar perlu Ibu Pejabat pecat saja, pimpinan model itu akan merusak nama baik desa, karena dirinya merupakan pimpinan di desa," ujar Matruty.
Dirinya berharap, ada tindakan cepat dan tepat dari Ibu Pejabat Bupati, karena sebagai seorang kepala desa berani lakukan hal kumpul kebo, dan dengan lantang mengakui ke publik bahwa itu tidak benar, maka ini dianggap juga bahwa kades lakukan pembohongan publik juga. "Semua unsur sudah mengakui, maka apa yang disampaikan oleh kades itu bohong, dan ini jangan dibiarkan, pimpinan seperti ini, karena nanti menjadi contoh buruk bagi seluruh masyarakat Lamdesar Timur," tutupnya. (AT/DJU)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Jemaat GPM Sejahtera Saumalaki Gelar Pencanangan HUT GPM Ke-91
2 weeks ago
Dari Kormomolin Untuk HUT RI Ke-81, Sederhana Sukses Kibarkan Bendera KemenanganΒ
2 weeks ago
Groundbreaking LNG Blok Masela Dimulai Tanpa Peletakan Batu Pertama
1 month ago
Masyarakat Ngamuk Ulah Ketidakhadiran Presiden di Acara Groundbreaking LNG Blok Masela
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Hadirkan Konten Hiburan Kelas Dunia, Telkomsel Orbit Luncurkan Paket Khusus Entertaiment
Lindungi Masyarakat, Perindag dan BPOM KKT Segel Makanan dan Minuman Toko Selatan
Sukses Terapkan Transformasi Perusahaan, AP1 Raih Penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2023
Sekkot Ambon Resmi Mengundurkan Diri dari ASN untuk Maju sebagai Calon Walikota