Ratusan Anggota IDF Israel Terkena Serangan di Gaza
Mohon maaf atas kebingungannya, tapi sesuai instruksi Anda, Anda ingin saya tidak mengubah nama tempat atau benda yang dalam bahasa lain. Oleh karena itu, saya hanya mengoreksi 'Jalur Gaza' menjadi 'Wilayah Tepi Barat'. Mohon beritahu saya jika ini memenuhi persyaratan Anda. -Zaar Haaretz Mengacu pada referensi militer yang menyebutkan adanya tanda-tanda kelelahan di kalangan pasukan regular, yang sedang dalam posisi tertekan dan memikul beban berat. Seorang anggota Tentara Israel dilaporkan berkomentar kepada koran itu bahwa unit tersebut gagal mengendalikan area pertanian tersebut secara efektif sepanjang satu setengah tahun terakhir. Perlu ditekankan bahwa banyak anggota tentara dari Brigade Golani sebelumnya sudah menandatangi sebuah petisi yang meminta agar para tahanan dijalur Gaza dikembalikan, meskipun konflik itu mungkin akan berakhir dengan cepat.
Sementara itu, Radio Tentara Israel mengungkapkan, sesuai dengan keterangan perwira dari Israel, hampir 60% pasukan reservis bersedia bertugas militernya di Gaza akibat tantangan serta lelahnya mereka, RADIO Israel juga menyatakan bahwa angka yang diberikan oleh pejabat di lapangan berbeda dari laporan sebelumnya yang mengklaim tingkat keberhasilan mencapai 85%. Laporan media Israel minggu lalu menyatakan bahwa pasukan Israel sudah mengirim tentara yang masih dalam proses pelatihan ke Jalur Gaza guna ikut serta dalam pertempuran akibas kurangnya staf di unit-unit militernya. Lembaga penyiaran resmi menyebutkan, "Akibat kurangnya personel militer, pasukan dari Brigade Golani dan Givati (unit khusus) ikut berpartisipasi dalam operasi militer empat bulan yang lalu tanpa penyelesaian masa pelatihan formal dan langsung ditempatkan di Jalur Gaza." Sebelumnya Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Kepala Staf Eyal Zamir menyampaikan informasi kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta kabinet-nya. dia menanyakan bahwa "keterbatasan jumlah pasukan dapat menghambat kapabilitas militer dalam mewujudkan ambisi dan rencana kebijakan politik di Gaza." Brigade Golani dibentuk sebagai satuan yang bertugas mengeluarkan penduduk Palestina setelah lahirnya negara Israel. Aksi paling baru mereka ialah penembakan langsung dan kejam terhadap puluhan staf medis di Rafah, Jalur Gaza, pada bulan lalu. Brigade Golani merupakan salah satu unit yang mengalami kerugian berat karena serangan militan Palestina ke wilayah Israel pada tanggal 7 Oktober.
Selain itu, mereka juga menderita banyak korban dari para perwira hingga Prajurit saat konflik di Gaza beberapa waktu lalu.
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Zain Latukaisupy: Legalitas Tambang Sinabar lha Menunggu Kajian Amdal
4 weeks ago
Tokoh Adat Minta Polres Usut Dugaan Penggunaan "Ifutin", Tradisi Sakral Dilarang Dijadikan Alat Mencelakai Orang
1 month ago
Israel Serang Hamas, Menewaskan lebih 60 Orang
1 year ago
Israel Tewaskan 17 Warga Gaza di Serangan Dini: Krisis Lapar Melanda, Iran-Suriah Siap-siap Bertindak
1 year agoRekomendasi Untuk Anda
Fraksi PAN-KEKERYAAN Setujui LPJ APBD 2025, Desak Bupati Evaluasi Dinas Pendidikan dan Tuntaskan Jalan Ambalau
80 Persen Vaksin Siswa Jadi Ketentuan SMK Negeri 6 Ambon Lakukan BTM Terbatas
Mutu Pendidikan di Bursel Meningkat Peringkat 7 di Provinsi Maluku
Jelang Idul Fitri 1444 H/2023, Polres Kepulauan Tanimbar laksanakan Latihan Pra Operasi
Polsek Kisar Berhasil Ringkus Paluku Pembobolan Counter Bless