Sukses Pemilu 2024? KPU Kepulauan Tanimbar Identifikasi Kendala dan Solusi
Saumlaki, (24/02/2025) Ketua KPU Kepulauan Tanimbar, Cristian Matruty, S. Sos, membuka FGD dengan menegaskan bahwa secara umum Pemilu 2024 berlangsung dengan baik. Namun, masih terdapat aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam tahapan pemilu dan penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu.
Ia menekankan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi dan memastikan pemilu yang lebih transparan serta akuntabel di masa depan. Dalam diskusi, berbagai hal menjadi sorotan dalam pembahasan bersama Para Pimpinan Partai Politik, OKP, Akademisi dan Pimpinan Redaksi Media/Jurnalis yang hadir dalam mengikuti kegiatan tersebut menyoroti tentang manajemen pemilu yang melibatkan peran partai politik dalam sosialisasi pemilih. Partai politik diharapkan dapat lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait tata cara pencoblosan dan tahapan pemilu.
Selain itu, pemanfaatan media sosial dianggap perlu ditingkatkan agar informasi mengenai pemilu dapat tersampaikan secara lebih luas dan efektif. Isu pemutakhiran data pemilih juga menjadi perhatian dalam diskusi ini. Masalah yang muncul dalam penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) menunjukkan perlunya sistem pemutakhiran data yang lebih akurat dan mutakhir.
Sementara itu, aspek logistik pemilu di Maluku, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, secara umum berjalan lancar, meskipun terdapat perdebatan mengenai tahapan perhitungan suara ulang di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), terutama terkait dengan pihak yang berwenang menandatangani dokumen hasil perhitungan suara (C-Hasil). Sengketa pemilu juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam Pemilu 2024. Beberapa peserta pemilu mengajukan keberatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yang menyoroti perlunya transparansi lebih lanjut dalam pengelolaan pemilu.
Selain itu, kepatuhan dana kampanye pasangan calon menjadi perhatian, mengingat KPU hanya memiliki kewenangan menerima laporan tanpa bisa menindak pelanggaran lebih lanjut. Perubahan regulasi yang cepat juga menjadi kendala tersendiri, sehingga KPU dituntut untuk lebih sigap dalam menyesuaikan prosedur agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku. Hasil diskusi ini menghasilkan beberapa rekomendasi utama, diantaranya peningkatan sistem pemutakhiran data pemilih untuk memastikan keakuratan DPT, peningkatan peran partai politik dalam sosialisasi pemilu, perbaikan regulasi dan koordinasi antar-lembaga guna mengurangi sengketa pemilu, serta penguatan komunikasi publik oleh KPU agar dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi.
Dengan evaluasi ini, diharapkan penyelenggaraan pemilu mendatang dapat berlangsung lebih baik, transparan, dan semakin meningkatkan partisipasi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (AT/DUJ)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Jemaat GPM Sejahtera Saumalaki Gelar Pencanangan HUT GPM Ke-91
2 weeks ago
Dari Kormomolin Untuk HUT RI Ke-81, Sederhana Sukses Kibarkan Bendera KemenanganΒ
2 weeks ago
Groundbreaking LNG Blok Masela Dimulai Tanpa Peletakan Batu Pertama
1 month ago
Masyarakat Ngamuk Ulah Ketidakhadiran Presiden di Acara Groundbreaking LNG Blok Masela
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Benhur Resmi Jabat Ketua DPRD Provinsi Maluku
Restrukturisasi Pengurus, Pokja Kampung KB Kudamati Kejar Program Prioritas
Diduga Oknum Anggota DPRD Kota Ambon Telantarkan Bantuan KKP
KPUD Dan Bawaslu Harus Bertanggung Jawab. Surat Suara Kecamatan Molu Maru Terpakai Habis
Fenanlampir Terpilih Pimpin HMJ STIH Saumlaki