Tutuala, Tuduhan Penganiayaan Dan Penggunaan DD Serta ADD Untuk Politik Tidak Benar
Dikatakan juga, terkait tuduhan dirinya memakai ADD dan DD untuk memenangkan salah satu caleg itu juga tidak benar, "Perlu saya tegaskan lagi kepada publik bahwa Saya Kepala Desa Kehli Alfrets Tutuala perlu jelaskan bahwa saya tidak pernah memakai bantuan Desa yang bersumber dari DD dan ADD untuk membujuk masyarakat Desa Kehli untuk memilih salah satu caleg," tegas Alfrets. Klarifikasi tersebut berdasarkan pemberitaan yang dilansir ambontoday. com dengan judul "Diduga Tidak Dukung YZN, Kades Kehli Aniaya Warga" dengan isi pemberitaan.
Kelihatan politik semakin memanas diseantero NKRI, baik Pilpres, Pileg maupun pilkada, yang kini belum mampu para pimpinan atau Kepala Kepala Desa (Kades) memberikan pemahaman atau pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. Sebaliknya para Kades khusus di Maluku terlebih khusus di Kabupaten Maluku Barat Daya langsung terlibat politik praktis, namun sama sekali tidak diberikan teguran atau tindakan oleh Bupati. Brampi Tutuala kepada ambontoday. com Senin (15/1) melalui pesan singkat di WhatsApp katakan, dirinya dianiaya Kades ALFRED TUTUALA karena tidak Terima hak politiknya diintimidasi bahkan diancam oleh Pemdes.
"Kades dan kroni kroninya memakai bantuan desa yang dibelanjain oleh DD dan ADD, jika tidak mendukung atau memilih Yan Zamora Noach maka masyarakat tidak akan mendapat bantuan, saya membantah atau mengkritisi mereka malah saya di pukul sampai baju saya disobek dari badan," jelas Tutuala. Dari kejadian tidak terpuji yang dipertontonkan oleh Kades dan kroni kroninya maka pihak korban sudah melaporkan ke pihak kepolisian untuk diusut sesuai hukum yang berlaku di NKRI. Disisi lain Bupati MBD Benyamin Thomas Noach diminta untuk memberikan teguran keras kepada Kades dan stafnya, jika hal itu dibiarkan maka besar dugaan ada instruksi dari Bupati kepada kepala kepala desa untuk memenangkan YZN yang merupakan adik kandung Bupati pada pileg 14 Februari mendatang.
Dikatakan juga bahwa, dari kejadian tersebut yang kini pihak keluarganya yang berstatus ASN mendapat mutasi yang tidak sesuai besick ilmu yang dimiliki, terasa keluarga mereka menjadi korban politik otoriter jika tidak memilih adik Bupati. "Asli kami korban politik otoriter dimasa pemerintahan ini, tapi kami serahkan semua kepada Tuhan, siapa kerja baik pasti tuai baik, ingat air mata masyarakat akan ditanggung mereka yang menindas, mengkebiri, hak hak masyarakat," ungkapnya. (AT/tim)
๐ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
๐ฌ 0 Komentar
๐ญ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Serbu,,,,,,,,,Upaya Memiliki Tiket Perintis, Calon Penumpang KM. Inti Mulia Berdesakan
2 years ago
Diduga Perusahaan BKP-BTR Beroperasi Pada Lokasi Emas
2 years ago
Diduga BKP-BTR Angkut Limbah Tembang Secara Ilegal
2 years ago
Diduga Pinjam Uang Sewa Mobil KPUD MBD Oleh Mantan Ketua Demny Belum Dikembalikan
2 years agoRekomendasi Untuk Anda
OJK Maluku- Unpatti Ambon Gelar Digital Financial Literacy
Telkomsel Raih Tiga Penghargaan Ooklaยฎ Speedtest Awards™ 2022
Pemkot Ambon Nikahkan 92 Pasutri
PASANGAN "JODO" RESMI DAFTARKAN DIRI DI KPUD MBD
Jalin Silaturahmi & Perkuat Toleransi, Kapolres Kepulauan Tanimbar mengkuti Giat Bacarita Toleransi