Warga BurseL Palang Kantor Desa, Tolak Penunjukan Penjabat Kepala Desa
Aksi protes ini dipimpin langsung oleh tokoh adat Jou Tifu, Roy Behuku, bersama unsur adat lainnya, serta didampingi masyarakat dan unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pemalangan kantor desa dilakukan sebagai simbol penolakan dan kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pengangkatan penjabat desa yang dinilai tidak melibatkan aspirasi anak negeri. Dalam pernyataan sikap tertulis yang dipasang di Kantor Desa Tifu, masyarakat bersama BPD dan tokoh adat menyatakan dengan tegas bahwa mereka menolak penunjukan Deki Rolis Solissa sebagai Penjabat Desa Tifu.
Pernyataan tersebut juga ditujukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan, khususnya kepada Bupati dan Wakil Bupati, agar memberikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat Desa Tifu. Tokoh adat Jou Tifu, Roy Behuku, menegaskan bahwa penolakan tersebut didasari oleh keyakinan bahwa Desa Tifu masih memiliki generasi putra daerah yang berstatus aparatur sipil negara (PNS) dan dinilai mampu memimpin desa secara lebih memahami adat, budaya, serta kondisi sosial masyarakat setempat. βKami masyarakat Desa Tifu menolak saudara Deki Rolis Solissa sebagai penjabat desa.
Kami masih memiliki anak negeri yang berstatus PNS dan mampu memimpin desa kami,β tegas Roy Behuku. Ia juga menyampaikan harapan agar Bupati Buru Selatan, Lahamidi, dapat melakukan peninjauan kembali terhadap keputusan pengangkatan Penjabat Kepala Desa Tifu, dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan unsur adat yang telah menyampaikan sikap secara terbuka. Lebih lanjut, Roy Behuku menegaskan bahwa aksi pemalangan Kantor Desa Tifu tidak akan dihentikan dan kantor desa tidak akan dibuka hingga ada perhatian khusus serta kejelasan sikap dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan terkait polemik pengangkatan penjabat desa tersebut.
βKami tidak akan membuka kantor desa ini sampai ada penyelesaian dan perhatian dari pemerintah daerah,β pungkasnya. [Nar'Mar] .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Rp800 Ribu vs Rp65 Ribu per Meter, Ganti Rugi Tanah 1.950 MΒ² di Bursel Dipertanyakan
3 hours ago
Warga Namrole Soroti Hewan Berkeliaran di Halaman Kantor Bupati Bursel
1 day agoRp800 Ribu vs Rp65 Ribu per Meter, Ganti Rugi Tanah 1.950 MΒ² di Bursel Dipertanyakan
2 days ago
Forsippman Beri 7 Hari, Desak Polres Bursel Usut Dugaan Galian C Ilegal RSUD Namrole
6 days agoRekomendasi Untuk Anda
Program Nasional Ketahanan Pangan Terpadu di Kota Ambon resmi dibuka oleh Walikota Bodewin Wattimena
Wattimena : Mahasiswa Diharapkan Tingkatkan Governance Dalam Bertindak
Katinting Berpenumpang 7 Orang Terbalik, 1 Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan
DPRD Dukung Bawaslu Usut Ketidaknetralan Kadis PPPA Maluku Jelang Pilkada
Telkomsel Gelar Ratusan BTS Baru di Papua dan Maluku