Cuaca Ekstrim Sebabkan Bencana, Pemkot Ambon Lakukan Langkah Penanganan Darurat

Spread the love

Ambontoday.com, Ambon – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang melanda Kota Ambon sejak Selasa (2/7/24) hingga Jumat (5/7/24) menyebabkan bencana banjir, longsor, dan pohon tumbang di berbagai wilayah. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon segera mengambil langkah-langkah penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.
Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse, dalam tinjauannya ke beberapa titik bencana pada Jumat (5/7/24), menjelaskan bahwa Pemkot Ambon berkomitmen untuk memberikan bantuan dan penanganan cepat. “Beberapa titik bencana yang saya tinjau di antaranya adalah Passo, yang mengalami longsor, dan Waiheru, yang dilanda banjir,” ungkap Ririmasse di Ballroom MCM Tantui.

Ririmasse merinci bahwa longsor di Passo menimpa rumah warga dan membutuhkan penanganan segera untuk menghindari risiko lebih lanjut. “Kami bersama BPBD dan Dinas PUPR segera mengambil langkah penanganan dengan menurunkan tim untuk membuat perencanaan pembangunan bronjong dan talud di lokasi tersebut,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkot Ambon pererat Silaturahmi Lewat Safari Ramadhan ke-IV di Batu Merah
Sementara itu, banjir di Waiheru disebabkan oleh luapan sungai dan diharapkan air akan segera surut. Ririmasse menekankan perhatian penuh dari Pj. Wali Kota Ambon, Dominggus N. Kaya, terhadap kejadian bencana ini. “Saya diperintahkan untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan,” tambahnya.

Ririmasse juga menyatakan akan segera mengadakan rapat dengan OPD terkait seperti Dinas PUPR, Dinsos, dan BPBD untuk penanganan darurat sesegera mungkin. Dia juga menghimbau warga Kota Ambon yang tinggal di bantaran sungai dan lereng gunung untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung.

Baca Juga  Jajaki Kerjasama, Konsul Jenderal Australia Kunjungi Pemkot
“Kita tidak menghendaki terjadinya bencana di kota ini. Mari kita berdoa agar Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala, menjaga kota kita dari bencana,” pungkasnya.

Langkah-langkah cepat dan terkoordinasi dari Pemkot Ambon diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak serta mengurangi risiko bencana lebih lanjut di masa mendatang.(AY/PPID)

Berita Terkini