Desa Waelikut Harga Mati untuk SAFITRI-HEMFRI Menang

Spread the love

Desa Waelikut Harga Mati untuk SAFITRI-HEMFRI Menang

Ambontoday.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Safitri-Hemfri dengan jargon SAH melakukan kampanye di Kecamatan Waesama di dua desa, Desa Waelikut dan Desa Waemasing.

Seperti prosesi adat sebelumnya, calon wakil bupati Buru Selatan Hemfri Lesnussa sebelum melakukan orasi politik mengikuti prosesi adat.

Didampingi Ketua Tim Koalisi Partai Said Sabi dan sejumlah pimpinan partai pengusung dan pendukung melakukan kampanye politik di Kecamatan Waesama di dua titik, desa Waelikut dan dan Desa Waemasing.

Calon wakil bupati Henfri Lesnussa tiba di Desa Waelikut langsung di giring tokoh adat memasuki empat rumah adat dari marga Masbait, marga Makiang, marga Sula dan marga Wael.

Kampanye paslon SAFITRI-HEMFRI di Desa Waelikut dipandu oleh Mc Djen Loilatu dihadiri ratusan warga desa.

Salah satu jurkam dari PKB Basir Soulisa yang juga anggota DPRD yang baru saja dilantik masa bakti 2024-2029 menegaskan, pembangunan saat ini berkelanjutan.

“Kalau ada yang bilang mau melakukan perubahan, apa yang harus dilakukan perubahan, apa yang akan dilakukan. Pembangunan saat ini adalah lanjutkan pembangunan,” ujar Basir Soulisa.

Tegas Solissa, jika ada pihak lawan yang mau melakukan perubahan, kata Solissa, perubahan apa yang akan mereka lakukan.

Menurutnya, jika ingin melakukan perubahan, maka jalan-jalan yang telah dibangun dipindahkan ke tempat lain, itulah yang namanya perubahan.

“Tetapi jalan-jalan yang telah dibangun, ditingkatkan, lanjutkan pembangunan,” ujar Soulisa sentil isu lawan politik.

oppo_34

Jurkam lainnya, Abdul Hamid Souwakil juga mengatakan yang sama, bahwa Calon Bupati Safitri Malik Soulisa telah melakukan banyak perubahan di kabupaten buru selatan.

Souwakil menyinggung soal hasil survey dari semua calon, Safitri Malik Soulisa hasil survei lebih tinggi dari semua calon.

Baca Juga  Dandim 1507/Saumlaki dan Istri Diangkat Jadi Anak Adat Tanimbar.

“Dari semua lembaga survei, tidak ada satupun yang mengalahkan ibu Safitri,” sebut dia.

Kata akademisi ini menegaskan, semua survei memenangkan ibu Safitri Malik Soulisa.

“Salah satu, katakan saja partai PKS, kebetulan beta didalam. Nomor satu ibu Safitri, nomor dua LHM dan nomor tiga beta. Ibu Safitri terlalu jauh presentasenya 43 persen, La Hamidi 23 persen dan beta 11 persen,” ungkap Souwakil.

Tegasnya, jika mau mengalahkan Safitri-Hemfri sangat sulit karena presentasi terlalu jauh berbeda.

Olehnya pinta Souwakil kepada masyarakat desa Leku dan Waemasing untuk menyadari, tidak ada yang mau kala tetapi menang.

“Siapa yang mau kalah, tentu mau menang. Maka peluang menangnya ada pada Safitri-Hemfri,” tandas Souwakil.

Sementara jurkam James Tasane menegaskan dalam orasi politik menegaskan, pada 27 November nanti paslon Safitri-Hemfri akan menang di ditetapkan oleh KPU Buru Selatan sebagai bupati dan wakil bupati periode 2024-2029.

“Kenapa, karena keputusan yang kita ambil bukan keputusan bisa-bisa, karena kita tahu pertarungan ini akan menang adalah pasangan nomor urut 3,” tandas Tasane.

Mantan komisioner KPU Kabupaten Buru Selatan ini menegaskan lagi bahwa, karena tim paslon SAFITRI-HEMFRI telah bekerja di 81 desa di 6 Kecamatan di kabupaten Buru Selatan.

Membangun kabupaten Buru Selatan kata Tasane bukan dengan fitnah dan sakit hati tetapi dengan hati yang bersih.

Ungkap Tasane bahwa ada proses pembodohan politik kepada masyarakat bahwa Pejabat sementara (Pjs) bupati milik mereka.

“Kita harus memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat. Ada yang bilang Pjs bertugas selama setahun. Pjs hanya bertugas 60 hari, jika ada yang katakan seperti itu, mereka tidak tahu aturan, melakukan proses pembodohan,” ungkap Tasane.

Baca Juga  PKB Bursel Rekomendasikan Gus Ami Calon Presiden dan SMS-GES Dua Periode

Closing orasi politik dari calon bupati Hemfri Lesnussa menegaskan, proses pembangunan saat ini adalah pembangunan berkelanjutan.

“Karena pembangunan Buru Selatan telah dilaksanakan, pembangunan sedang berjalan, dan kami akan melanjutkan pembangunan selanjutnya,” sebut Hemfri Lesnussa.

Dikatakan, jika ada pasangan calon lain mengatakan akan melakukan perubahan, tanya Hemfri Lesnussa, perubahan seperti apa yang akan mereka lakukan.

“Perubahan apa yang mereka lakukan, sementara proses pembangunan saat ini sudah ada. Pembangunan saat ini harus dilanjutkan,” sebut Lesnussa.

Disebutkan Lesnussa, sebagai seorang birokrat sangat mengetahui dengan pembanguan daerah yang tidak segampang membalik telapak tangan.

“Pembangunan buru selatan baru berjalan 3 tahun. Karena persoalan Covid-19, maka perintah undang-undang, anggaran daerah dipotong, rekofusing dan program nasional pembangunan IKN, terjadi pemotongan anggaran daerah secara nasional termasuk kabupaten buru selatan,” jelas mantan birokrat ini.

Olehnya dirinya meminta dukungan dan doa dari masyarakat desa Waelikut dan Waemasing agar bersama-sama dengan SAFITRI-HEMFRI untuk melanjutkan pembangunan kabupaten Buru Selatan. (Biro BurseL)