Diduga, Varian Covid-19 Delta India Masuk Ambon

Spread the love

AMBON, AMBONTODAY.COM- Diduga Varian Covid -19 Delta India sudah masuk ke Kota Ambon, sehingga adanya penelitian lanjut pasca kematian anak yang berumur 11 tahun di salah satu rumah sakit di Kota Ambon.

Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Kesehatan Kota Ambon sampai saat ini tengah melakukan penelitian mengingat virus ini lebih banyak menyerang anak-anak.

“Kematian anak dibawah umur, mnejadi dugaan besar oleh Pemkot bahwa virus ini sudah ada di Kota Ambon, maka butuh penelitian lebih lanjut,” akui Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler kepada media ini di Balai Kota Ambon, Senin (28/6/2021).

Oleh karena itu, dirinya berharap agar masyarakat Kota Ambon tetap menjaga protokol kesehatan, dan jika perlu memakai masker berlapis dua.

“Meskipun sudah di vaksin, tapi wajib menjada protokol kesehatan demi keselamat semua orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, rumah sakit yang dipersiapkan untuk menanggung pasien Covid-19 tidak bisa mencakup seluruh masyarakat lagi dengan adanya lonjakan pasien.

Olehnya itu, Pemkot Ambon telah melakukan rapat bersama Sekretaris Kota Ambon, Kepala BPBD dan Satpol PP, Kadis Lingkungan Hidup untuk mengantisipasi fasilitas kesehatan seiring dengan lonjakan kasus covid-19 di Kota Ambon.

“Kami akan lakukan pengecekan tempat yang pernah dipakai, karena RS sementara yang disiapkan sudah tidak mampu lagi atau penuh. Kita akan ambil langkah lagi untuk menambah rumah sakit dalam waktu,” tandasnya.(AT-009).

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.