Saumlaki, ambontoday.com – Berlibur bersama anak dan cucu di Desa Keliobar, Julius Silety diterima pada lingkungan dimana beliau ada, karena hidup ramah dan sangat responsip dengan siapa saja, keti setibanya beliau dari Desa Arma Kecamatan Kormomolin di Desa Keliobar.
Dari liburan itulah, Julius Silety bersama cucunya Peterson Werdity dan tetangga lainnya kelaut untuk mencari teripang, karena kebetulan Pemerintah Desa Keliobar sedang membuka meti untuk rakyatnya mencari teripang.
Dalam keramain dilaut itu, membuai duka cita yang sangat dalam, dimana, Julius Silety terpisah dengan cucunya dan tetangga lainnya yang bersamaan kelaut. Karena air mulai pasang, seluruh masyarakat yang beraktifitas yang sama untuk mencari teripang mulai bergegas pulang.
Cucu dari almarhum. Memanggil kakeknya berulang kali namun tidak ada balasan, begitu juga tetangga lainnya, maka mereka menyangka almarhum sudah duluan pulang, setibanya mereka di rumah ternyata almarhum belum pulang. Merasa gelisah kejadian itu dilaporkan ke Pemerintah Desa Keliobar, dan disambut cepat Pemdes Keliobar, untuk mengumumkan kepada masyarakat dan langsung melakukan pencarian.
Pencarian dilakukan oleh Pemdes Keliobar dan masyarakat sejak malam hingga subuh namun almarhum tidak ditemukan maka, pihak Pemdes berkoordinasi dan meminta bantuan Pemdes Kelaan untuk bersama melakukan pencarian. Dalam kebersamaan itu sekira pukul 08.00 Wit, almarhum ditemukan mengepung diatas air, dengan cara memeluk pelampung agar – agar. Maka Secara serempak seluruh masyarakat baik Desa Keliobar dan Kelaan bergegas untuk melakukan efakuasi kedarat.
Sesampainya di pantai, masyarakat dikejutkan teristimewa keluarga dan tetangga bahwa bapak Julius Silety telah meninggal dunia, jenasah diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya proses pemakaman. Dugaan almarhum meninggal karena tidak memahami dan mengetahui medan laut yang almarhum melakukan pencarian teripang.
Saat ini sesuai pantaun ambontoday.com di Desa Keliobar Kamis, (3/4/2025), jenasa telah di antar ke Desa Arma untuk dilakukan pemakaman disana, akibat dari kejadian itu, di Desa Keliobar terlihat aman dan konusif. (AT/tim)





















