
Doa Sang Nenek Dijawab Semesta: TNI AD Bangun Harapan di Desa Leku
Ambontoday.com – Di tengah deru kehidupan pedesaan yang tenang, kisah haru tentang seorang nenek di Desa Leku, Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan, akhirnya menemukan cahaya pengharapan. Rumahnya yang sebelumnya tidak layak huni, kini tengah disentuh oleh tangan-tangan gagah para prajurit TNI AD dari Kodim 1506/Namlea melalui program unggulan KASAD yang digagas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.
Di bawah terik matahari Selasa sore (29/7), ketika jam menunjuk pukul 15.40 WIT, tiga personel TNI terlihat penuh semangat mengaduk semen di depan rumah sang nenek. Tak sekadar bekerja, namun mengabdi dengan hati.
> “Ini bentuk kepedulian kami melalui program Pak KASAD,” ujar salah satu prajurit sambil menyeka keringat yang bercampur debu di dahinya.
Program ini merupakan wujud nyata bahwa TNI tidak hanya hadir di medan perang, namun juga di medan kehidupan, membantu masyarakat yang selama ini mungkin terlewat dari perhatian.
Said Sabi, Anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan, yang pertama kali mengangkat kondisi sang nenek saat kunjungannya bulan April lalu, mengaku bersyukur atas kepedulian TNI AD. Ia menyampaikan, bahwa perbaikan rumah tersebut sejatinya telah diusulkan lewat aspirasi tahun ini. Namun, karena keterlambatan dalam proses anggaran di dinas terkait, wujud nyata belum bisa dirasakan cepat.

> “Intinya ada doa yang dijabah. Ini memang niat saya, tapi karena ada keterlambatan, Tuhan mengirim TNI kita untuk mewujudkannya,” ungkapnya penuh haru yang dikutip dari akun Facebook.
Menurut Anggota DPRD dari PDI Perjuangan ini, bantuan dari TNI ini sangat meringankan beban pemerintah daerah di tengah keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Ia pun berencana mengalihkan aspirasi pembangunan rumah nenek Desa Leku ke warga lain di Namrole.
> “Karena sudah dikerjakan oleh TNI AD, maka InsyaAllah kita cari siapa penggantinya. Mohon doanya agar bisa terus memberi manfaat,” tuturnya penuh harap.
Di depan rumah sang nenek, terbentang spanduk sederhana bertuliskan: Program Unggulan KASAD. Tapi sesungguhnya, yang terbentang lebih dari itu: harapan, kemanusiaan, dan bukti bahwa cinta tanah air bukan hanya soal senjata, tetapi juga soal peduli pada sesama.
Burung nuri terbang di hutan,
Melihat cahaya di balik rimba,
Prajurit datang membawa harapan,
Rumah nenek dibangun dengan cinta.
“Ketika negara hadir lewat tangan prajuritnya, maka sejatinya yang dibangun bukan hanya rumah, tetapi juga harga diri, harapan, dan kemanusiaan.”
Bravo TNI AD!
Membangun bukan hanya dengan bata dan semen, tetapi dengan ketulusan dan pengabdian.
[Nar’Mar]
—





















