Doli Boniara: PLBN Siap Jadi Kiblat Baru Ekonomi Perbatasan

Spread the love



– Kepala BP2D Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara, menyambut baik keputusan BNPP yang mendorong PLWN Serasan di Kabupaten Natuna berfungsi sebagai gerbang masuk-keluar untuk kapal pesiar mancanegara.

Mantan Penjabat Bupati Bintan menyatakan bahwa ide tersebut tidak hanya sebatas konsep, melainkan tindakan nyata yang mampu merombak kondisi perekonomian di daerah perbatasan.

“Sesuai dengan status Pos Lintas Batas Negara (PLBN), tempat ini kini tidak lagi merupakan daerah pinggiran. Ini akan menjadi pusat baru bagi perekonomian, tak hanya menguntungkan Natuna tetapi juga seluruh Kepulauan Riau,” jelas Doli ketika diwawancarai oleh Natuna Today pada hari Minggu, 25 Mei 2025 malam.

Dilihat oleh Doli, kedatangan kapal pesiar internasional lewat Serasan bakal menghasilkan dampak berganda besar, mencangkup industri perjalanan wisata, usaha mikro dan kecil menengah (UMKM), serta kemungkinan pengeksportan barang-barang lokal terpilih. Dia menjelaskan bahwa siapnya berbagai departemen yang diberitahu Badan Nasional Pengembangan Pariwisata (BNPP) mesti dibayar balik dengan tindakan nyata dari pemerintahan setempat.

“BP2D kami akan aktif mempromosikan sinergi antar program, yang mencakup dukungan untuk percepatan pembangunan infrastuktur serta persiapan layanan CIQ. Hal ini tidak terbatas pada sektor pariwisata saja, melainkan juga tentang membuka pintu bagi pertumbuhan ekonomi cross-border,” jelasnya dengan tegas.

Doli pun memberikan apresiasinya terhadap kerjasama di antara berbagai kementerian serta kesanggupan Pemerintah Kabupaten Natuna yang turut hadir pada acara koordinasi bersama BNPP. Menurut Doli, proyek Serasan, yang dulunya lebih dikenal melalui lomba parad Jetski, saat ini telah siap untuk berkembang menjadi pusat hubungan internasional.

“Jika seluruh pihak tetap konsisten, bulan Juni mendatang ketika kapal pesiar melewati Anambas dan meninggalkan Serasan, ini akan menjadi titik balik yang signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa wajah Indonesia di daerah perbatasan bersifat terbuka, menyenangkan, serta memiliki daya saing dunia,” demikian dia menambahkan.

Baca Juga  Misteri Batu Akik: Tarik Rezeki atau Hanya Mitos?

Tindakan ini dianggap sesuai dengan kebijakan pemerintah nasional yang bertujuan mengubah wilayah perbatasan dari sekadar halaman belakang menjadi dekapan terdepan negara. ***

Berita Terkini