FCBT Ultimatum DPRD KKT: Panggil Hj. Lamusu Cs atau Rakyat Brutal

Spread the love

Saumlaki, ambontoday.com – Laut Tanimbar sedang dirusak, tapi para pelakunya tetap bebas berkeliaran. Itulah yang membuat Forum Cinta Bahari Tanimbar (FCBT) marah dan geram. Mereka menuntut DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar segera bertindak, memanggil Hj. Lamusu dan kelompoknya yang diduga kuat terlibat dalam penangkapan telur ikan terbang secara ilegal di Perairan Seira.

Surat dari Dinas Perikanan sudah dikeluarkan. Tapi anehnya, aktivitas penangkapan tetap berjalan seolah hukum tak berlaku bagi mereka. FCBT menduga, ada pihak-pihak kuat yang melindungi Hj. Lamusu Cs.
“Kalau tak ada yang lindungi, mana mungkin mereka seberani itu terus beraksi padahal dokumen mereka tidak lengkap!” tegas Alex Belay, tokoh FCBT.

Belay menyoroti lemahnya penegakan hukum. Ia menilai, pelanggaran yang sudah terang-terangan justru dibiarkan, bahkan diberi kesempatan mengurus dokumen setelah melanggar.
“Kalau saya naik motor tanpa SIM dan STNK, lalu ditilang polisi, masa saya disuruh pulang dulu urus surat-surat? Ini logika ngawur! Harusnya langsung diproses hukum!”

Tak hanya soal izin. Belay juga menyinggung temuan jeriken BBM ilegal yang diduga kuat digunakan untuk mendukung operasi penangkapan liar tersebut.
“Orang Tanimbar tidak mungkin tega menghancurkan lautnya sendiri. Ini pasti ulah orang luar yang datang hanya untuk merampok sumber daya laut kita!”

*Rakyat Bergerak Hari Rabu*

Kepada media ini, (30/05/25) Rilisan FCBT menegaskan akan turun aksi secara besar-besaran Rabu mendatang di Kantor DPRD KKT. Tujuan mereka: menuntut pemanggilan Hj. Lamusu Cs dan membongkar jaringan di balik praktik ilegal ini.
“Kami ingin mereka duduk dan bicara langsung di hadapan rakyat! Jangan lagi sembunyi di balik kekuasaan atau jabatan!”

*Ajakan untuk Semua Anak Negeri Tanimbar*

Baca Juga  Wouw,Mahasiswa STIE Saumlaki Ikut Seleksi The Future Leader Tingkat Nasional

Dalam semangat menjaga laut warisan leluhur, FCBT mengajak seluruh elemen masyarakat—tokoh adat, pemuda, mahasiswa, perempuan, gereja, nelayan, hingga petani—untuk bersatu menjaga laut Tanimbar dari kehancuran.

“Ini panggilan untuk semua. Kalau laut kita rusak hari ini, anak cucu kita hanya akan mewarisi cerita pahit. Kita harus bertindak sekarang. Jika bukan kita, siapa lagi?”

*Alex Belay menutup dengan pesan keras:*

“Hj. Lamusu dan kroni-kroninya harus tahu: Kalian mungkin datang membawa kapal, tapi kalian akan pulang diiringi gelombang perlawanan. Kalau DPRD tak berani bertindak, rakyat sendiri yang akan ambil alih. Ini bukan gertakan. Ini janji perjuangan!” (AT/MAL)

Berita Terkini