“Gaspol, Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena Tunjukkan Aksi Nyata Usai Libur Panjang”

Spread the love
Oplus_131072

Ambon – Libur panjang tak menjadi alasan untuk bersantai. Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, justru menunjukkan semangat kerja tinggi di hari pertama usai cuti bersama. Tanpa menunggu lama, ia langsung turun lapangan untuk memastikan program-program PKK tetap berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan soal hadir di kantor saja. Ini soal tanggung jawab. Libur boleh, tapi semangat pengabdian harus terus menyala,” tegas Lisa Wattimena saat melakukan monitoring dan pembinaan di Pokja III TP-PKK, serta panen sayur bersama ibu-ibu Dasa Wisma di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (8/4/2025).

Langkah cepat dan terukur ini menjadi bukti komitmen Lisa Wattimena dalam mengawal program pemberdayaan keluarga di Kota Ambon. Kunjungan tersebut tidak hanya sebatas simbolik, melainkan juga sarana untuk berdialog langsung dengan para kader dan warga.

“Saya ingin pastikan bahwa program-program yang sudah kita rancang benar-benar terlaksana. Bukan hanya di atas kertas,” ujarnya lugas.

Kehadiran langsung sang Ketua di lapangan mendapat sambutan hangat dari para kader PKK dan ibu-ibu Dasa Wisma. Banyak yang mengaku merasa termotivasi karena bisa berdiskusi langsung dan merasakan dukungan nyata dari pimpinan mereka.

“Beliau datang langsung, tidak hanya memberi arahan dari jauh. Ini jadi semangat baru buat kami,” ungkap salah satu kader PKK Desa Tawiri.

Dengan gaya kepemimpinan yang bersahabat dan menyentuh langsung ke akar rumput, Lisa Wattimena menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya dengan retorika. Aksi nyata di lapangan adalah bentuk keberpihakan yang sesungguhnya.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.