GELOMBANG SENYAP DI BAWAH SAMUDRA — GEMPA RINGAN SENTUH PERAIRAN BURSEL

Spread the love

GELOMBANG SENYAP DI BAWAH SAMUDRA — GEMPA RINGAN SENTUH PERAIRAN BURSEL

Namrole, 12 Agustus 2025 —
Di bentangan malam yang kelam namun teduh, ketika lautan Buru Selatan beristirahat dalam ayunan ombaknya, bumi di dasar samudra berdesah lirih. Getarannya tak menyerupai badai yang memecah ombak, namun cukup untuk membuat hati para pelaut dan penduduk pesisir menoleh sejenak dari aktivitasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) PGR IX mencatat, gempa dengan magnitudo 3,3 terjadi pada Selasa malam, pukul 23:34:26 WIT. Episentrumnya berada di 03,89 Lintang Selatan dan 126,45 Bujur Timur, sekitar 33 kilometer di barat Namrole dan 81 kilometer di barat Ambalau, Kabupaten Buru Selatan. Gempa itu berdiam di kedalaman 14 kilometer, bagai bisikan yang keluar dari rahim bumi.

Tak ada riak besar yang mengirimkan gelombang raksasa, tak ada tanda bahaya tsunami. Namun, di balik sunyinya malam, kita tahu bahwa bumi sedang bergerak, memutar kisahnya yang tak terlihat oleh mata, hanya dirasa oleh hati yang peka.

Perairan Ambalau dan Namrole kembali mengajarkan pelajaran tua — bahwa laut dan bumi adalah sahabat setia yang kadang bersenda gurau, kadang mengingatkan. Getaran sekecil ini adalah salam dari dasar bumi, mengajak kita untuk tetap siaga di tengah kenyamanan.

Himbauan kepada masyarakat:
Jangan biarkan tidur kita terlelap tanpa kesiapsiagaan. Pastikan selalu tahu jalur evakuasi, simpan senter dan obat-obatan di tempat mudah dijangkau, serta dengarkan informasi resmi dari BMKG atau pemerintah daerah. Laut adalah rumah kita, dan rumah yang dicintai harus kita jaga, baik dari ancaman ombak maupun getaran tanah.

Malam ini, lautan kembali damai. Ombak kembali bernyanyi. Namun pesan alam tetap tertulis di hati: bersiaplah, sebab sahabat sejati bumi dan laut tak pernah bosan berbicara kepada manusia yang mau mendengar.

Baca Juga  Kantor Pertanahan SBT Tempati Ranking 3 Nasional

[ Nar’Mar ]

Berita Terkini