
Ambontoday.com – Wakil Bupati Buru Selatan, Maluku, Gerson Elieser Selsily mengatakan, petani-petani yang ada di Desa-desa yang ada di Kecamatan Namrole harus bisa diorganisir, difasilitasi untuk menjadi penyangga bagi kebutuhan masyarakat, kebutuhan konsumen yang ada di kecamatan Namrole.
“Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, bahwa jangan karena karena inflasi yang terjadi di daerah ini, lalu oleh Dinas Pertanian atau Dinas yang lain itu gemar untuk melakukan mengorganisir petani untuk ramai-ramai untuk kita menanam cabe dan rame-rame untuk kita tanam bawang,” jelas Selsily.
Kata Wakil Bupati, tetapi harus mampu mengindentifikasi melakukan asesmen terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah di kota ini.
Di wilayah kota Namrole ini jelas Selsily, semestinya suda ada oleh instansi terkait baik Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, baik itu Dinas Perikanan untuk bagaimana mengorganisir petani dan nelayan untuk bisa melakukan memproduksikan bukan hanya cabe atau bawang merah tetapi juga sayur-sayuran, itu sangat penting.
“Saya berharap suda bisa ciptakan projek untuk wilayah (Namrole) ini,” jelas Selsily.
Kata Selsily, petani-petani yang ada di desa-desa yang ada di kecamatan Namrole harus bisa diorganisir, difasilitasi untuk menjadi penyangga bagi kebutuhan masyarakat, kebutuhan konsumen yang ada di kecamatan Namrole.
“Kita lihat selama ini kebanyakan sayur sayuran itu didatangkan dari wilayah kabupaten Buru bahkan juga dari kota Ambon,” ujar Selsily.
Hal itu kata Selsily, harus bisa melakukan identifikasi terhadap kebutuhan ini.
Tandas Wakil Bupati bahwa para penyuluh harus dimaksimalkan sumber dayanya untuk melakukan proses pendampingan terhadap petani.
“sebetulnya, kalau ada yang bilang kalau dalam teori ekonomi, ketika barang itu banyak di pasar, harga bisa menurun,’ ujar Selsily.
Tetapi kata Selsily, bisa memetakan berdasarkan jadwal, untuk mengidentifikasi waktu kebutuhan yang tinggi pada hari-hari tertentu.
“Hari raya, atau hari-hari tertentu yang bisa saja membutuhkan permintaan yang tinggi yang bisa kita siapkan,” jelas Wakil Bupati.
Selsily berharap kedepannya jangan diam. Kata Selsily, setelah ada rekanan dari pemerintah pusat atau karena inflasi dan harga cabe naik lalu rame-rame tanam cabe.
“Kita harus bisa menjaga stabilitas harga. Salah satunya setiap saat kita mengorganisir petani-petani bukan saja cabe dan bawang merah saja, mungkin jenis sayuran lain,” jelasnya. (Biro BurseL)
.





















