
Ambontoday.com – Gubernur Maluku Murad Ismail (MI) diminta segerah merespon pengusulan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Bupati Safitri Malik Soulisa terhadap Pemulihan Infrastruktur Dampak Bencana Alam dengan besar anggaran Rp.91.300.000.000.-.
Ketegasan itu disampaikan salah satu tokoh pemuda Buru Selatan Husan Arafat Tuara kepada media ini di Namrole, 10/9/2022.
Tuara berharap ada respon cepat dari Gubernur Maluku untuk segera perintahkan kepada Dinas PUPR Provinsi Maluku terhadap usulan bantuan anggaran tersebut mengingat Buru Selatan sangat rentan dengan bencana alam.
“Saya meminta kepada pemerintah Provinsi Maluku terkhusus dinas PUPR dan Badan Penaggulangan Bencana Propinsi Maluku agar merespons pengusulan dari pemerintah Kabupaten Buru Selatan Bupati Safitri Malik Soulisa,” pinta Tuara.
Tuara mengatakan, pengusulan dari pemerintah daerah Buru Selatan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 610.12/655 terhadap Pemulihan Infrastruktur Dampak Bencana pada Juni-Juli 2022 dengan rancangan anggaran total Rp 91.300.000.000.
Tuara berharap pengusulan anggaran tanggap bencana yang di lakukan oleh pemerintah Buru Selatan kepada pemerintah Provinsi Maluku dan pemerintah Pusat agar dapa mewujudkan.
“Pengusulan dari pemerintah daerah Buru Selatan agar menjadi skala prioritas untuk mengatasi bencana alam yang di rasakan oleh masyarakat Buru Selatan pada Tahun 2022 ini,” ujar Tuara ikut prihatin dengan kondisi alam Buru Selatan.
Sambung Tuara lagi bahwa, ada lagi surat pengusulan yang kedua dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan kepada Pemerintah Pusat.
“Dalam hal ini dinas terkait agar secepatnya dapat merespon surat pengusulan bantuan anggaran dari pemerintah daerah Buru Selatan Bupati Safitri Malik Soulisa,” ucap Tuara.
Dikatakan, usulan permintaan bantuan anggaran kedua itu dengan nomor surat 614.14/566 dengan perihal, Dampak Bencana Alam yang melanda Kabupaten Buru Selatan pada bulan lalu terjadi abrasi yang merusak fasilitas miliki pemerintah Kabupaten Buru Selatan sepanjay4.300 meter.
Jelasnya, total panjang pantai yang terkena abrasi sepanjang 4.300 meter. Maka diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp.84.550.000,000.-.
“Dan pasangan bronjong sungai Waekolo Namrole sepanjang 500 meter dengan nilai anggaran Rp. 6.000.000.000 (Enam Miliar),” jelasnya.
Bencana alam yang melanda kabupaten buru selatan beberapa bulan terakhir ini jelas Tuara, telah di respon baik oleh pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan.
Selaku pemuda Buru Selatan, Tuara berharap semua pihak termasuk para pemuda Buru Selatan agar bersama sama mengawal proses pengusulan anggaran dari Pemerintah Daerah Buru Selatan kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Pusat agar sesegera mungkin untuk merespon kebutuhan tersebut. (Biro BurseL)
.



