Hotman, “PJ. Bupati Kepulauan Tanimbar Tukang Baronda Terlantarkan Tanimbar.”

Saumlaki, Ambontoday.com – Aktivis Pemuda Katolik, Hotman Manunwembun kembali menilai Pj Bupati KKT Dr. Alawiyah Fadlun Alaydrus, SH, MH tidak etis meninggalkan tanggung jawab di tengah banyak persoalan di Tanimbar dengan sering jalan-jalan ke luar daerah sambil pencitraan. Senin, (20/01).
Sebagai pemimpin, memiliki kehadiran yang kuat dan mampu mempengaruhi opini publik adalah hal yang penting. Namun ketika seorang pemimpin lebih mementingkan pencitraan dapat merugikan pemerintahan dan masyarakat yang dipimpinnya
Setidaknya itulah yang dinilai sedang berlangsung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Pj Bupati KKT, Pj Bupati KKT, Dr. Alawiyah Fadlun Alaydrus, SH, MH dianggap sebagai pemimpin yang terlalu fokus pada Pencitraan dan Tukang Baronda.
“Bisa dikatakan tidak ada pencapaian yang layak dibanggakan selama hampir 6 bulan menjabat, karena itu menurut saya tidak layak lagi memimpin di daerah ini maupun di daerah-daerah lain di Propinsi Maluku. Sesungguhnya beliau sudah Gagal Total Kacau Balau alias Gatot Kaca memimpin daerah ini,” kata Hotman
Sejak dilantik sebagai Pj Bupati KKT Dr. Alawiyah Fadlun Alaydrus, SH.,MH. tidak terlihat terobosan atau program-program strategis dri Alaydrus untuk memajukan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ini ditenggarai terjadi lantaran fokus sang pemimpin lebih pada faktor Pencitraan dan jalan-jalan ke luar daerah dan urus Gonta ganti jabatan birokrasi di Tanimbar.
“Pemimpin yang lebih cenderung mementingkan pencitraan seringkali cenderung mengabaikan masalah yang lebih mendesak dan penting. Mereka lebih cenderung terlibat dalam proyek-proyek simbolis yang bertujuan untuk meningkatkan popularitas mereka, misalnya hadiri kegiatan-kegiatan seremonial, sementara isu-isu kritis yang membutuhkan perhatian langsung sering kali diabaikan. Fokus pada pencitraan dapat mengaburkan prioritas nyata yang seharusnya ditangani oleh pemimpin mengakibatkan masalah-masalah belum terselesaikan dan mengabaikan kebutuhan nyata masyarakat,” ungkap Hotman.
Hotman mencontohkan laju inflasi di Kepulauan Tanimbar tak sepenuhnya terkendali.
“Seharusnya dia lebih mampu membuat suatu kebijakan untuk menstabilkan inflasi ini bukan sekedar dengan menggelar pasar murah yang lebih banyak dibeli oleh para ASN dan bukan masyarakat,” katanya.
“Ketika dia tidak punya terobosan dan tidak punya kebijakan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Tanimbar, disisi lain dia terus sibuk dengan pencitraan dirinya diberbagai media massa padahal dia bukan politisi. Karena itu saya heran hingga hari ini DPRD KKT belum memanggilnya, jangan-jangan ada negosiasi yang dilakukan sehingga DPRD KKT belum juga memanggilnya,” beber Hotman.
“Untuk itu Hotman Manunwembun menyerukan kepada seluruh aktivis di Tanimbar agar bisa bersama-sama Pemuda Katolik Komcab Kepulauan Tanimbar turun ke jalan untuk menyuarakan hal ini demi masa depan Tanimbar.” Tutup Hotman. (AT/BAJK)







