Ini Capaian Bank Maluku-Malut 2025 Ditengah Kontraksi Ekonomi Nasional dan Daerah

Spread the love

‎Ambontoday.com, Ambon.- Di tengah kondisi ekonomi nasional yang terkena kontraksi akibat iklim geopolitik global yang tidak menentu sehingga berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah memang sangat dirasakan oleh seluruh elemen termasuk kondisi perekonomian daerah Maluku akibat adanya pemotongan anggaran yang masuk, transfer daerah yang dikurangi, dan tentu Pemerintah Daerah sebagai penggerak ekonomi daerah dengan goverment spending atau belanja pemerintah kurang sehingga berdampak pada masyarakat, berdampak juga kepada perbankan karena uang yang mengendap itu menjadi kurang.

‎Namun ditengah situasi kontraksi ekonomi tersebut pertumbuhan dunia Perbankan khususnya kinerja keuangan Bank Maluku-Malut tahun 2025 justeru mencapai hasil yang gemilang dibandingkan dengan Perbankan nasional dan Bank daerah lainnya di Indonesia.

‎Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa 20 Januari 2026.

‎Menurutnya, untuk capaian tahun 2025, Asset perbannkan Bank Maluku-Malut tumbuh signifikan yankni 19,63 persen atau mencapai 10,586 Triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 18,58 persen atau 6,849 Triliun.

‎‎“Pertumbuhan aset Bank Maluku-Malut di tahun 2025 itu tumbuh signifikan yankni 19,63 persen atau mencapai 10,586 Triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 18,58 persen atau 6,849 Triliun. Sedangkan untuk Kredit itu tumbuhnya besar sekali yakni 10,10 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 3 sampai 4 persen saja.

‎‎Karena bisnisnya tumbuh, akhirnya butomline dibawahnya itu tumbuh sangat pesat, yaitu Laba kita tumbuh 14 persen ketika perbankan lainnya malah turun di banding Laba tahun 2024, sedangkan kita Bank Maluku-Malut itu pertumbuhannya sangat besar bahkan Laba bersihnya itu tumbuh sampai 30 persen,” jelas Syahrisal.

‎‎Dikatakan, bahkan semua rasio-rasio keuangan Bank Maluku-Malut itu sangat baik ditandai dengan membaiknya KAR (Kredit Agunan Rumah) di atas 30 persen, sementara ROA-nya (Ritten on Asset) atau perbandingan antara Laba terhadap Asset itu 2,7 persen.

Baca Juga  Setoran Misterius Rp 300 Juta Menguak: DPRD Bursel Siap Bongkar Tabir Transaksi Keuangan Daerah

‎‎Terhadap kondisi pertumbuhan kinerja keuangan Bank Maluku-Malut saat ini kita dinyatakan sehat. Penilaian itu disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kondisi ini menempatkan Bank Maluku-Malut ada dalam predikat baik selama empat tahun terakhir, ungkap Imbar.

‎‎“Jadi berdasarkan penilaian itu, kita Bank Maluku-Malut saat ini masih masuk dalam kategori baik. Itu berarti tata kelola perbankan kita baik, bukan sangat baik. Masih ada PR yang perlu kita perbaiki seperti Bank lainnya.

‎Banyak hal-hal yang perlu kita benahi, kejadian-kejadian di luar kontrol kita, tapi itu kelaziman, makanya dalam perbankan disiapkanlah mitigasinya dan lain-lain.

‎Terkait dengan KUB juga kita sudah final, disetujui OJK dengan Bank Jakarta. Kita bicara soal pinjaman daerah, dibahas oleh teman-teman DPPRD dan pada dasarnya kami Bank Maluku-Malut siap memberikan rate terbaik untuk pinjaman daerah, bahkan lebih cepat lebih baik, kita siap,” ujar Syahrisal. (AT)