Kapolres Bursel Rilis 70 Kasus Kekerasan Komitmen Tegakan Hukum di Momentum Buka Puasa Bersama

Spread the love

Bursel, Ambontoday.com – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana Aula Polres Buru Selatan, Selasa siang, (24/02/2026), terasa berbeda. Di tengah nuansa Ramadhan yang penuh keteduhan, AKBP Andi P. Lorena memimpin langsung press release terkait penanganan perkara tindak pidana kekerasan yang terjadi sepanjang Januari 2025 hingga Februari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat utama Polres, di antaranya Kasat Reskrim, Kasi Humas, personel terkait, serta sejumlah awak media. Paparan kinerja itu menjadi refleksi penegakan hukum selama setahun terakhir di wilayah hukum Kabupaten Buru Selatan.

Dalam keterangannya, Kapolres mengungkapkan bahwa selama periode Januari 2025 sampai Februari 2026, Polres Buru Selatan bersama jajaran Polsek telah menangani 70 laporan polisi terkait kasus kekerasan.

Rinciannya, 20 kasus penganiayaan, 8 kasus kekerasan bersama, serta 42 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dari 70 laporan yang masuk, sebanyak 51 perkara telah diselesaikan, dengan rincian penghentian penyelidikan (SP2LID) 16 perkara, penghentian penyidikan (SP3) 18 perkara, serta 17 perkara dinyatakan lengkap atau P21. Sementara itu, 18 perkara masih dalam proses, terdiri dari 13 tahap penyelidikan dan 5 tahap penyidikan,” jelas Kapolres.

Ia menegaskan, dalam setiap penanganan perkara kekerasan, pihaknya mengedepankan prinsip profesionalitas, transparansi, serta pendekatan humanis, terutama terhadap korban perempuan dan anak.

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) disebut berperan aktif dalam memberikan pendampingan psikologis dan memastikan hak-hak korban terpenuhi selama proses hukum berlangsung.

Kapolres juga menegaskan bahwa tidak ada ruang toleransi terhadap segala bentuk tindak kekerasan di Buru Selatan. Upaya preventif terus digencarkan melalui sosialisasi hukum, edukasi masyarakat, serta patroli rutin guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan. Sinergitas antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Baca Juga  Anggota DPR RI Rakor dengan Pemda BurseL

Usai penyampaian rilis, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama Kapolres dan jajaran, serta insan pers yang hadir. Dalam suasana kebersamaan itu, sekat formalitas mencair menjadi dialog hangat.

Momentum Ramadhan pun menjadi ruang refleksi bersama bahwa penegakan hukum bukan semata soal angka dan statistik, melainkan tentang menghadirkan rasa aman serta keadilan bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan sekaligus menjadi wujud transparansi Polres Buru Selatan kepada publik atas kinerja penanganan perkara kekerasan selama satu tahun terakhir.

Di bulan suci ini, komitmen penegakan hukum ditegaskan kembali—bahwa keadilan harus tetap menyala, sebagaimana cahaya Ramadhan yang menerangi hati umat.

(Nar’Mar)
.

Komentar

Berita Terkini