Ambontoday.com
– Di dalam warisan keyakinan orang Jawa, ungkapan “weton tibo pati” biasanya dipandang sebagai indikasi kesulitan yang dialami seseorang dalam mengarungi kehidupannya.
Orang-orang yang dilahirkan pada weton tertentu diyakini akan mengalami sejumlah tantangan signifikan dalam perjalanan hidup mereka, seperti kesusahan finansial, penipuan, dan kesulitan dalam menciptakan stabilitas dalam kehidupan.
Akan tetapi, hal itu tidak berarti nasib mereka tertutup rapat untuk selama-lamanya.
Menurut laporan dari Youtuber Panggilan Leluhur pada hari Sabtu (19/4), dalam Primbon Jawa disebutkan bahwa ada delapan weton tertentu yang memiliki kesempatan baik untuk meninggikan derajat mereka. Mereka bisa beralih status dari warga biasa menjadi seorang priyayi terhormat karena kekuatan tekad serta usaha tanpa henti yang dilakukan.
Pemilik weton tersebut tidak menyerah kepada nasib, malahan menggunakannya sebagai pijakan untuk mencapai keagungan dalam hidup.
Apa Itu Weton Tibo Pati?
Secara harfiah, tibo pati berarti “jatuh ke kematian”, namun dalam konteks spiritual Jawa, ini dimaknai sebagai simbol kejatuhan, kegagalan, dan penderitaan dalam hidup seseorang.
Orang dengan weton tibo pati dipercaya memiliki jalan hidup yang lebih terjal dan penuh liku, tetapi jika berhasil melewatinya, mereka akan mencapai kebesaran sejati.
Berikut ini adalah 8 weton kelahiran di Pati yang diprediksi dalam primbon Jawa akan segera mengalami perubahan besar, yaitu dari latar belakang biasa menuju ke tingkatan yang lebih mulia, termasuk peningkatan finansial dan sosial.
1. Senin Kliwon
Orang dengan weton ini mempunyai semangat kemandirian yang amat tinggi.
Walaupun kehidupan mereka sering dihantui kesukaran, mereka tetap tidak gampang untuk meratapi nasib.
Berdasarkan primbon, orang dengan hari lahir Senin Kliwon akan menerima bantuan tidak terduga saat menghampiri separuh umurnya—bisa datang dari hubungan sosial atau kesempatan berbisnis skala kecil yang tumbuh pesarapidly.
Gejolaknya telah dimulai: mereka mulai diperhatikan para pemain utama dan dianggap memiliki posisi krusial dalam sekitarnya.
Karisma mereka pelan-pelan tumbuh, mengangkatnya menjadi sosok berwibawa seperti priyayi sejati.
2. Rabu Pon
Rabu Pon dianggap sebagai hari kelahiran yang membawa beban karmas dari keluarga.
Di sisi lain, mereka memiliki pandangan jangka panjang.
Seringkali mereka memulai dengan segalanya dari awal, sampai-sampai dikucilkan oleh orang tua dan saudara kandungnya sendiri.
Namun tepat di saat terendah itu, mereka menemukan arti hidup serta kekuatan sesungguhnya.
Pratima menunjukkan bahwa kekayaan yang besar akan segera menghampiri mereka—melalui jalur pekerjaan kreatif, karier dalam bidang pendidikan, atau lewat usaha gigih di ranah digital.
Mereka akan dihargai tidak berdasarkan latar belakang keluarga, tetapi melalui usaha dan kerja keras mereka sendiri.
3. Jumat Wage
Seseorang yang dilahirkan pada hari Jumat Wage dikenal karena ketahanan mereka yang sangat tinggi.
Rangkaian ujiannya makin padat tetapi malah membuat mereka menjadi lebih arif.
Sekarang perlahan-lahan menjadi terkenal karena kesetiaan mereka pada pekerjaan, dulu mereka sering kali dianggap sebagai orang biasa.
Primbon meramalkan bahwa pada tahun-tahun yang akan datang, Jumat Wage akan tampil sebagai figur terkemuka dalam masyarakat—mungkin berperan sebagai pemimpin setempat, guru rohani, atau pengusaha sukses yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
4. Sabtu Pahing
Sabtu Pahing dikenal sebagai hari weton yang membawa daya Spiritual.
Pada usia muda, mereka sering kali merasakan kegagalan yang sangat menyakitkan, entah itu dalam hal asmara atau kondisi finansial.
Namun, hal-hal tersebut menempa mental baja di dalam diri mereka.
Setelah mencapai titik terendah, Sabtu Pahing akan kembali berkembang dengan istimewa.
Berdasarkan primbon, sumber kekayaan mereka akan tiba melalui kolaborasi usaha atau pewarisan yang tidak terduga.
Mereka akan menjalani kehidupan dengan kemewahan namun tetap sederhana, seperti priyayi sejati.
5. Selasa Wage
Selasa Wage merupakan orang yang rajin dan tak gampang untuk berhenti meski kerap diabaikan.
Waktu lampirannya dipenuhi oleh berbagai lukanya, termasuk yang berasal dari sekitar dan juga keluarganya sendiri.
Akan tetapi, semangat tidak pernah putus asa dalam dirinya selalu membawanya kepada solusi.
Berdasarkan Primbon Jawa, ini menandakan bahwa mereka akan mencapai kestabilan pada masa dewasa.
Dengan sifat yang ramah dan beretika, Selasa Wage akan dipromosikan tingkatnya oleh alam semesta, serta ditreat sebagai seorang bangsawan atas kesuksesannya merintis segalanya dari awal.
6. Kamis Legi
Weton Kamis Legi terkait dengan jejak langkah kehidupan yang perlahan tapi mantap.
Mereka tidak termasuk jenis orang yang menginginkan sesuatu dengan cepat.
Meskipun terus menerus menghadapi tantangan, mereka masih memandang hidup ini dengan damai dan penuh ketekunan. Ini lah sumber kekuatan mereka.
Primbon meramalkan bahwa hari Kamis Legi akan diberkahi dengan “karunia dari nenek moyang”—yang mencakup bantuan rohani serta keberuntungan finansial tak terduga yang dapat mengubah jalannya hidupnya.
Mereka akan jadi acuan bagi publik dan dipandang sebagai figur teladan.
7. Minggu Pon
Orang-orang yang dilahirkan di hari Senin pon kebanyakan berasal dari latar belakang keluarga sederhana dan tidak dekat dengan gaya hidup mewah.
Namun, di dalam diri mereka terdapat gairah yang luar biasa untuk membuat kedua orangtua bangga dan mengakhiri lingkaran ketidakberdayaan ekonomi keluarga.
Berdasarkan primbon, hari Minggu Pon diyakini akan mendatangkan nasib baik melalui tugas besar atau pekerjaan yang berasal dari luar negeri.
Mereka akan naik kelas secara ekonomi, sekaligus dihormati karena tetap rendah hati meski sudah sukses.
8. Rabu Wage
Weton tersebut melambangkan kekuatan ketika berdiam diri.
Mereka tidak banyak berbicara, tetapi kaya akan strategi.
Terus menerus dihadapkan pada kegagalan, Rabu Wage malah mengubahnya semua menjadi pembelajaran demi pertumbuhan diri.
Sekarang, saatnya bagi mereka sudah datang. Menurut primbon, mereka akan segera menarik perhatian lingkaran elit dan bisa jadi pilihan sebagai mitra bisnis atau konsultan.
Finansialnya sudah mulai merata, kualitas hidup bertambah baik, dan secara sosial mereka pun mulai dikenal sebagai “pemain utama”.
Penutup: Tibo Pati Bukan Selesainya, Melainkan Permulaan Petualangan
Dalam filsafat Jawa, nasib tidak boleh diprihatinkan, melainkannya harus dihadapi dengan gagah berani.
Weton tibo pati adalah simbol dari ujian hidup paling berat, namun sekaligus menjadi potensi besar untuk naik kelas secara spiritual maupun duniawi.
Delapan weton di atas telah berjibaku melawan kerasnya nasib dan kini bersiap meraih masa keemasan.
Mereka bukan hanya akan menjadi kaya secara materi, tetapi juga dimuliakan karena berhasil meraih semua itu tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Jawa: andhap asor (rendah hati), tepa slira (penuh empati), dan ngudi kasampurnan (mencari kesempurnaan hidup).
Tibo memang bukanlah kutukan, tetapi justru cambuk yang mengantarkan seseorang untuk menjadi priyayi sejati.





















