
Kepala BKSDM BurseL Dianiaya oleh “Preman” yang Ingin Intervensi Jabatan
Ambontoday.com – Kepala Pelaksana tugas (Plt), BKSDM Kabupaten Buru Selatan Ridwan Nyio dianiaya di bagian kepala oleh “preman birokrasi” inisial SL. Tidak terima dipukul, mantan Kepala Bagian Pemerintahan itu melaporkan ke Polres setempat agar pelaku di penjarakan.
Sebelumnya di ketahui, informasi pemukulan terhadap Kepala BKSDM Buru Selatan Ridwan Nyio ini beredar di media sosial Facebook.
Dalam postingan itu, akun Facebook atas nama Rizky Arya Rizki dalam statusnya dia menulis, Kamis 17 April 2025 jam 17.00 Wit di Namrole.
“Telah terjadi penganiayaan dengan alasan yang tidak jelas yang dilakukan oleh sdr SAIFUL L terhadap kepala BKD Bursel dan pihak polisi harus segerah melakukan pemeriksaan kepada pelaku sehingga ke depan agar pelaku tidak lagi melakukan perbuatan yang selalu mengancam pejabat di daerah ini hanya karena napsu dan keinginan perut yang lapar,” tulis akun Rizki Arya Rizki di grup Facebook Info Terkini Buru Selatan, Kamis 17/4/2025.
Kepala BKSDM Ridwan Nyio di konfirmasi tentang kebenaran postingan tersebut membenarkannya, Nyio katakan betul.
Apakah dirinya telah melakukan pelaporan polisi (LP) atas peristiwa pemukulan itu, pejabat lulusan STPDN itu mengatakan dirinya sudah melaporkannya ke polres Buru Selatan.
“iya Beta sudah lapor ke polres. kegiatan-kegiatan premanisme oleh kelompok itu sudah sering, jadi kali ini polres wajib tindaklanjuti sesuai hasil visum, ini penganiayaan dan sering kelompok itu dengan pola kekerasan yang sama untuk merongrong birokrasi,” ujar Nyio melalui pesan WhatsApp ke media ini.
Lanjutnya, hal seperti ini sudah sangat keterlaluan, dari setelah selesai pelantikan bupati model premanisme ini dong bikin (mereka lakukan).
“Beta akan tuntut sampai penjara, dan birokrasi harus bebas dari rongrongan pihak luar katong mau kerja bagaiman kalau tiap hari dong dalam kantor bupati sudah kaya preman, segala mau ancam-mengancam katong terus,” jelas Nyio berharap kepolisian polres BurseL harus menahan pelaku pemukulan.
Ditanya pelaku memukul pada bagian apa, kata Nyio, dirinya telah selesai memberikan laporan dan telah dimintai keterangan (BAP). Nyio mengaku dirinya dipukul di bagian kepala dengan tangan.
“dengan tangan di Beta ruang kerja, setiap kantor memang harus bebas dari tindakan premanisme kayak begitu,” ujarnya.
Nyio menegaskan bahwa, aksi premannisme ini wajib hilang dari wilayah perkantoran, agar aparatur (pejabat) bisa kerja dengan nyaman.
“baru-baru sudah mengamuk Hadi Longa (Sekda), mengamuk di BKD, mau ancam pukul Kadis PU. ancam pukul sudirman, lalu katong (kami) kerja ini untuk daerah, dan bukan untuk di ancam-mengancam,” jelas Nyio kesal.
Apa alasan pelaku melakukan pemukulan, kata Nyio, pelaku mau ikut campur dan melakukan intervensi dalam penentuan jabatan dalam birokrasi Buru Selatan.
Tutup Nyio berharap Kapolres Buru Selatan memproses laporannya dan segerah menahan pelaku dan penjarakan pelaku.
“Polisi harus segerah tahan pelaku dan penjarakan pelaku, agar tidak ada tindakan premanisme oleh preman-preman dari luar agar birokrasi di pemerintahan Buru Selatan berjalan aman dan tidak ada ancaman dari preman”, ujar Nyio. (Biro BurseL)
.





















