Kepala Sekolah SLB Negeri Batu Merah Ambon Sampaikan Komitmen untuk Pendidikan Inklusif

Spread the love

Ambontoday.com, Ambon – Kepala Sekolah SLB Negeri Batu Merah Ambon, Padil Sarip Mako, S.Si., M.Pd., mengungkapkan komitmennya dalam proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2024/2025 saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (29/7/24).

SLB Negeri Batu Merah, yang secara khusus menerima peserta didik dengan hambatan atau kondisi disabilitas, terus berupaya memberikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. “Sekolah ini menerima peserta didik yang mempunyai hambatan, jadi fokus kami adalah pada peserta didik yang memiliki kondisi disabilitas,” jelas Padil.

Padil juga mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian yang telah diraih oleh sekolah selama tahun ajaran sebelumnya. “Tahun ajaran baru ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk melanjutkan perjalanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Padil menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. “Kami sangat menghargai dukungan dari orang tua, guru, dan masyarakat. Tanpa kerjasama yang baik, tidak mungkin kita bisa mencapai tujuan pendidikan yang kita harapkan,” tambahnya.

Padil berharap bahwa pada tahun ajaran 2024/2025, SLB Negeri Batu Merah Ambon dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan fasilitas sekolah. “Kami berencana untuk menambah sarana dan prasarana yang lebih memadai serta pelatihan bagi guru-guru kami agar dapat memberikan pendidikan yang lebih baik. Kami juga berharap ada lebih banyak dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak untuk mewujudkan lingkungan belajar yang optimal bagi anak-anak,” tutup Padil dengan penuh harap.

Dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, diharapkan pendidikan inklusif di SLB Negeri Batu Merah Ambon akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi peserta didiknya.(Ol)

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.