Ketersediaan Cabai dan Bawang Lokal di Maluku Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 Kurang Akibat Luas Tanam Akhir 2025

Spread the love

‎Ambontoday.com, Ambon.- Stok ketersediaan Cabai serta Bawang produksi lokal di pasaran guna mendukung kebutuhan masyarakat khususnya menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 2026 masih kurang sehingga pasokan dari luar daerah Maluku diprediksi akan turut berperan guna pemenuhan kebutuhan masyarakat.

‎Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda melalui Kepala Bidang Hortikultura, Donald Lekatompessy kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis 5 Februari 2026.

‎Menurutnya, ketergantungan pada cuaca dan keberlangsungan produksi petani lokal yang belum optimal menjadi tantangan klasik yang kembali berulang.

‎”Komoditi Cabai dan Bawang sering menjadj pemicu inflasi menjelang hari besar. Tingginya permintaan seringkali tidak sebanding dengan ketersediaan produksi kita.

‎‎​Sepanjang 2025 sampai awal 2026 menempatkan Cabai sebagai penyebab inflasi ketiga di Maluku setelah komoditas ikan yang menempati posisi puncak. Meski pasokan ikan dari sentra produksi seperti Tual dan Maluku Tengah terpantau aman pada Februari ini, harga cabai justru menunjukkan tren fluktuatif.

‎‎​Saat ini, harga cabai di pasar tradisional berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Per 4 Februari kemarin, harga tercatat stabil di angka Rp50.000, namun pemerintah mewaspadai lonjakan tajam pada H-7 Lebaran,” jelas Lekatompessy.

‎‎​Dirinya menyampaikan, proyeksi produksi pada kuartal pertama 2026 Januari-April cenderung menurun. Ini dampak dari berkurangnya luas tanam pada triwulan akhir 2025, musim tanam Oktober sampai Desember.

‎‎​Kondisi ini tak jauh beda dengan produksi komoditas bawang. Rendahnya luas tanam di akhir tahun lalu akibat keterbatasan benih, pupuk, dan sarana produksi membuat pasokan lokal tidak mencukupi kebutuhan warga Maluku.

‎Untuk menambal defisit tersebut, Maluku terpaksa mengandalkan pasokan dari luar daerah, terutama dari sentra produksi di Jawa dan Sulawesi, ungkapnya. (AT)

Baca Juga  Sektor Usaha Tingkatkan Ketangguhan Masyarakat Negeri Morella

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini