Ketua DPD Golkar Maluku Tekankan Soliditas Partai, Bupati Bursel; Peran Golkar dalam Pembangunan

Spread the love

Bursel, Ambontoday.com – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Ali Lessy, menegaskan pentingnya soliditas kader serta kemampuan adaptasi partai dalam menghadapi dinamika global dan tantangan nasional.

Hal itu disampaikan dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan yang berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh semangat.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPD Partai Golkar Maluku Umar Ali Lessy didamping Sekertaris Anos Yeremias dan Bendahara Partai Golkar Maluku.
Hadir pula Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta, Anggota DPRD Provinsi Maluku dan Kota Ambon serta Kader Partai Golkar Provinsi Maluku dan Kabupaten Buru Selatan.

Hadir juga Bupati Buru Selatan La Hamidi bersama Wakil Bupati Gerson Eliezer Selsily, Ketua DPRD Buru Selatan, Ketua KPU serta sejumlah pimpinan Partai Politik di Buru Selatan.

Dalam sambutannya, Umar turut memperkenalkan jajaran pengurus DPD Golkar Maluku yang hadir, di antaranya Sekretaris DPD Anos Yeremias yang juga anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar, Bendahara serta Risat Rahakbau anggota DPRD Provinsi Maluku yang sudah 5 kali periode dari dapil Kota Ambon.

Selain itu, hadir pula Eli Soisuta yang saat ini sebagai Wakil Walikota Ambon yang juga berperan dalam tim pemenangan wilayah Kota Ambon, Buru, dan Buru Selatan.

Umar Ali Lessy dalam pidatonya mengajak seluruh kader untuk senantiasa bersyukur dan menjaga semangat kebersamaan dalam membesarkan Partai Golkar.

Ia juga menekankan bahwa Golkar merupakan partai dengan sejarah panjang pengabdian kepada bangsa sejak terbentuk dari Sekretariat Bersama Golongan Karya pada 1964.

“Golkar tumbuh menjadi kekuatan politik nasional yang berakar pada karya dan pengabdian. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam setiap langkah perjuangan politik, termasuk di Kabupaten Buru Selatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi global yang saat ini diwarnai ketidakpastian, mulai dari dinamika geopolitik hingga ketegangan ekonomi antarnegara.

Menurutnya, situasi tersebut menuntut setiap kekuatan politik, termasuk di daerah, untuk mampu beradaptasi secara cepat dan tepat.

Ia juga menyinggung konflik internasional yang berdampak pada sektor energi global, termasuk meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berimplikasi pada fluktuasi harga energi dunia.

Baca Juga  Daftar di KPU, SMS-BENO Pasti Menang Lanjutkan Pembangunan

Meski demikian, Umar menyebut pemerintah Indonesia masih mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Di tengah kondisi global yang tidak menentu, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Bahkan hingga saat ini belum ada rencana kenaikan harga BBM, sebagaimana disampaikan pemerintah melalui paket kebijakan ekonomi,” jelasnya.

Musda Golkar Buru Selatan ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah, khususnya dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Bupati Bursel; Peran Strategis Golkar dalam Pembangunan Bursel

Bupati Buru Selatan, La Hamidi, menegaskan pentingnya peran Partai Golkar dalam mendorong pembangunan daerah saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan yang digelar di Gedung Serba Guna Namrole, Rabu (8/4/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung semarak dengan dominasi warna kuning yang memenuhi area kegiatan, mencerminkan soliditas dan kekuatan politik Partai Golkar di daerah berjuluk Lolik Lalen Fedak Fena itu.

Dalam sambutannya, Bupati La Hamidi menyampaikan apresiasi atas kekompakan kader Golkar yang dinilai menunjukkan eksistensi sebagai salah satu kekuatan politik besar, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di daerah.

“Musyawarah daerah merupakan forum penting dan strategis dalam kehidupan organisasi. Melalui forum ini, kita tidak hanya melakukan evaluasi program kerja, tetapi juga menyusun arah perjuangan ke depan serta memilih kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju dan solid,” ujar La Hamidi.

Musda V Golkar Buru Selatan mengusung tema “Golkar Solid, Indonesia Maju”. Tema ini, menurut Bupati, menjadi refleksi pentingnya kekompakan internal partai sebagai fondasi dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Ia menekankan bahwa solidaritas internal merupakan kunci utama kekuatan organisasi. Tanpa persatuan, kebersamaan, dan komunikasi yang baik, tujuan besar organisasi akan sulit tercapai.

Lebih lanjut, La Hamidi mengungkapkan bahwa Kabupaten Buru Selatan masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur jalan. Hingga saat ini, konektivitas antar wilayah baru mencapai sekitar 20 persen.

“Masih dibutuhkan kurang lebih 300 kilometer jalan untuk menghubungkan wilayah pesisir dan pegunungan. Untuk itu, diperlukan anggaran sekitar Rp1,3 triliun guna menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan di Buru Selatan,” ungkapnya.

Menurutnya, keterbatasan tersebut tidak dapat diatasi oleh pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk partai politik. Dalam hal ini, Golkar diharapkan dapat memainkan peran strategis, baik melalui jalur legislatif maupun eksekutif.

Baca Juga  MUKERWIL PKB MALUKU: PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING SEBAGAI AGENDA POLITIK KESEJAHTERAAN  

Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun sinergi dengan seluruh pihak, termasuk Partai Golkar, guna mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan yang ada di daerah.

“Golkar sebagai kekuatan politik besar diharapkan terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, serta menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, Musda juga dinilai sebagai momentum penting untuk melahirkan pemimpin yang berintegritas, memiliki kapasitas, serta komitmen kuat terhadap kepentingan masyarakat. Ia mengingatkan agar dinamika perbedaan pendapat dalam forum demokrasi disikapi secara bijak dan dewasa.

Di akhir sambutannya, La Hamidi berharap Musda V Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan masyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan pantun yang sarat pesan persatuan dan semangat membangun daerah, menegaskan bahwa soliditas Golkar diharapkan menjadi kekuatan nyata dalam mewujudkan Buru Selatan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

ASRIYADI TOMIA TEKANKAN PERAN GOLKAR SEBAGAI KEKUATAN SOLUTIF DI BURU SELATAN

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan, Asriyadi Tomia, menegaskan komitmen partainya untuk hadir sebagai kekuatan politik yang adaptif sekaligus solutif dalam menjawab berbagai persoalan daerah.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan yang digelar di Gedung Serbaguna Namrole, Rabu (8/4/2026).

Dalam sambutannya, Asriyadi menekankan bahwa Musda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis lima tahunan bagi partai politik untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi organisasi.

“Musda ini adalah hajatan penting partai politik yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Ini menjadi ruang untuk memperkuat organisasi dan merumuskan arah perjuangan ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengenang pelaksanaan Musda sebelumnya yang digelar di tempat yang lebih sederhana. Kini, menurutnya, terdapat kemajuan signifikan baik dari sisi penyelenggaraan maupun partisipasi kader.

Lebih lanjut, Asriyadi menyoroti berbagai tantangan pembangunan daerah yang dinilai semakin kompleks. Ia menegaskan, Partai Golkar harus mampu menghadirkan gagasan konkret yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Salah satu isu utama yang disoroti adalah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga  Atapary Sesalkan SMA Siwalima Langgar Komitmen Penerimaan Siswa Baru

Menurutnya, langkah penghematan memang penting untuk menjaga stabilitas fiskal, namun tidak boleh mengorbankan pelayanan publik.

“Kita harus memastikan efisiensi tidak berdampak pada penurunan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Selain itu, persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi sorotan serius. Asriyadi mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil.

Ia menjelaskan, kebutuhan BBM di Buru Selatan tergolong tinggi, terutama di wilayah yang bergantung pada transportasi laut seperti Kecamatan Kepala Madan, Leksula, dan Ambalau.

“Kelangkaan BBM ini menjadi keluhan utama masyarakat. Kami mendorong pemerintah pusat untuk menambah kuota BBM di Buru Selatan,” katanya.

Di sektor infrastruktur, Asriyadi menilai masih banyak wilayah yang belum terhubung secara optimal. Keterbatasan akses jalan dan jembatan dinilai menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Kita harus memastikan tidak ada lagi wilayah yang terisolasi,” ujarnya.

Ia juga mendorong implementasi program hilirisasi di daerah, khususnya pada komoditas unggulan seperti kelapa.

Menurutnya, Buru Selatan memiliki potensi besar untuk pengembangan industri turunan kelapa, seperti pabrik minyak kelapa, yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi.

“Hilirisasi akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” jelasnya.

Di sisi internal partai, Asriyadi menekankan pentingnya penguatan kaderisasi dan sistem organisasi yang modern, transparan, serta akuntabel. Ia mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas dan mengedepankan semangat kebersamaan.

“Musda ini harus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas, menghilangkan sekat perbedaan, dan menyatukan langkah dalam semangat kekaryaan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika politik serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Menutup sambutannya, Asriyadi menyampaikan harapan agar Musda dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Partai Golkar dan masyarakat Buru Selatan. Ia kemudian mengundang Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Ali Lessy, untuk memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Musda.

[Nar’Mar]
.

Komentar