Lapen Pelataran Area Parkir Dan Kanstin RSUD Margretti Ukurlaran Amburadul, Jaksa Diminta Priksa

Spread the love

Saumlaki, ambontoday.com – Pekerjaan pengaspalan dalam bentuk Lapisan Penetrasi (Lapen) yang di kerjakan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, nilainya bervariasi pada portal Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) , dari empat puluh juta rupiah, tujuh puluh juta rupiah, hingga delapan ratus sembilan puluh juta rupiah.

Dari anggaran bervariasi ini, sangat membingungkan masyarakat, dan riskannya lagi bahwa variasi atau dobel anggaran itu seharusnya pekerjaannya tersebut berkualitas dan berbobot. Namun kenyataannya pekerjaan Lapen dimaksud sangat buruk dan sama sekali tidak ada manfaatnya.

Ketika kondisi itu dikonfirmasikan ke Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kepulauan Tanimbar Ampi Jaolath, pihaknya enggan memberikan pernyataan atau berkomentar terkait hal itu.

“No Comen,” singkat Jaolath lewat pesan singkatnya di WhatsApp, Selasa, (28/1/2025).

Melihat kondisi pengaspalan itu seakan asal-asalan dan tidak sesuai spek atau alur sebenarnya pada proses pengaspalan dalam bentuk Lapen. Hal itu terbukti dari hasil Lapen di areal parkiran dan Kanstin di Rumah Sakit berpelat merah ini yang sangat mudah hancur ketika dikeruk dengan tangan.

*Aspal Lapen*

Pelaksana pekerjaan untuk lapen ini masih kerap dipakai terutama di jalan-jalan baru maupun berupa jalan tanah yang masih belum mendapat perkerasan. Jika lapis penetrasi makadam berfungsi untuk lapisan permukaan, maka haruslah mendapat taburan aspal dengan adanya tambahan agregat penutup.

Dilihat dari bahan dalam pekerjaan Lapen
Agregat yakni, Agregat yang terdiri dari batu pecah yang berupa Agregat kunci serta Agregat penutup yang bersih dan keras dengan kualitas seragam serta bebas dari adanya kotoran lempung maupun bahan lain.

Agregat kasar berupa sebuah lapisan utama yang ada dalam batas Agregat dengan nominal ukuran 2,5 cm hingga 6,25 cm. Tentunya semua itu tergantung pada ketebalan lapisan dengan ukuran satu per tiga dari tebal rencana.

Baca Juga  Literasi Kembangkan Budaya Duan Lolat

Untuk Agregat kunci, maka lapisan utamanya haruslah lolos saringan 25 mm tetap dan tidak boleh lebih dari 5 persen akan lolos dari saringan yakni 9,5 mm.

Bahan Pengikat untuk Aspal Lapen yakni, Emulsi CRS1 ataupun CRS2 yang memenuhi ketentuan Pd S-01-1995-03 (AASHTO M208) maupun RS1 ataupun RS2 yang telah memenuhi ketentuan AASHTO M140. Aspal penetrasi 80/100 ataupun penetrasi 60/70 yang sudah memenuhi AASHTO. Pengaspalan cair penguapan cepat atau rapid curing dengan jenis RC 250 atau RC800 yang sudah memenuhi ketentuan Pd S-03-1995-03, maupun aspal cair penguapan sedang atau medium curing dengan jenis MC250 ataupun MC800 yang memenuhi ketentuan yakni Pd S-02-1995-03.

Pekerjaan yang satu ini terdiri dari penyedian lapisan perata yang terbuat dari Agregat yang sudah melewati proses sterilisasi oleh aspal. Pekerjaan ini akan terlaksana ketika biaya untuk menggunakan campuran aspal panas yang tidak mencukupi. Maka dari itu hanya dipakai pada lokasi yang terbatas, contohnya seperti pekerjaan pengembalian kondisi.

Selanjutnya, Agregat pokok serta pengunci terdiri dari bahan-bahan yang kuat, bebas dari lumpur, awet, serta benda yang di luar dugaan beserta haruslah memenuhi ketentuannya.

Proses pelaksanaan pekerjaan Aspal Lapen
Permukaan yang akan menerima lapisan lapen terlebih dahulu harus di bersihkan dari bahan organik yang bisa mengganggu ikatan antara Lapen dengan perkerasan eksistingnya. Selain itu juga, lubang jalan harus diperbaiki dengan cara di tutupi menggunakan Agregat bergradasi menerus serta di padatkan.

Disisi lain, jika Lapen digarap pada lapisan eksisting belum beraspal, maka mulanya berikan resap pengikat atau prime coat yang sebaiknya MC-250 kurang lebih sebanyak 0,5 liter per m2. Tetapi jika Lapen yang akan dikerjakan pada lapisan eksisting sudah beraspal, maka perlu diberikan lapis pengikat atau tack coat yang sebaiknya RC-250 kurang lebih sebanyak 0,5 liter per m2.

Baca Juga  MTQ ke XXIX Promal Kesiapan Capai 90 Persen

Begitu juga, Agregat pokok yang akan disebarkan di jalan bisa dengan memanfaatkan alat motor grader maupun dengan cara yang manual saja yakni dengan tenaga manusia. Untuk ukuran Agregat pokoknya kira-kira 5 hingga 7 cm.

Setelah itu Agregat akan melalui proses pemadatan dengan menggunakan mesin gilas roda besi yang beratnya mencapai 6 hingga 8 ton. Ini dioperasikan dengan kecepatan kurang lebih sekitar 3 km per sebanyak 6 lintasan.

*Tahap Penyemprotan Aspal Lapen*

Dalam tahapan penyemprotan aspal cair pada Agregat pokok ini dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penyemprotan aspal, supaya nantinya dapat tersebar secara lebih merata serta temperatur aspalnya harus terjaga yakni antara 135º sampai 160º C.

Penebaran Agregat pengunci ini baiknya dilakukan dengan segera, yakni setelah penyemprotan aspal pada Agregat pokok.

Setelah Agregat pengunci, dipadatkan lagi dengan memanfaatkan alat pemadat roda besi yang sama dipakai ketika memadatkan Agregat pokok. Pemadatan harus dilakukan hingga Agregat pengunci dapat tertanam serta saling mengikat satu sama lain dengan bagian di bawahnya. Untuk ukuran Agregat pengunci, biasanya batuan dengan ukuran sekitar 3 cm sampai 5 cm.

Penyemprotan aspal cair pada agregat pengunci ini harus dilakukan dengan menggunakan mesin penyemprot aspal atau sprayer supaya aspal lebih tersebar dengan merata. Tentunya temperatur aspalnya tetap terjaga seperti semula.

Nah, pada proses yang terakhir yakni memberikan Agregat penutup dengan ukuran maksimal adalah 2 cm. Setelah itu lapisan akan dipadatkan lagi dengan menggunakan alat pemadat yang sama serta lapisan akan disirami lagi dengan aspal cair. Kemudian sebagai lapis penutupnya akan ditaburkan abu batu di permukaan badan jalan tersebut.

Dari ulasan tipe pengaspalan Lapen itu, maka pihak Kejaksaan diminta untuk memanggil pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, dalam hal ini Kadis, PPK, dan PPTK untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan mereka yang sangat amburadul dan sangat merugikan keuangan negara. (AT/tim)