Louhenapessy : Desa Se-Kota Ambon Siap Sedia Sambut Kedatangan Jokowi

Spread the love

Ambon, Ambontoday.com – Untuk menyambut kedatangan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Kota Ambon, Seluruh Kepala Desa di Kota Ambon harus siap sedia. Pernyataan ini disampaiakn oleh Walikota Ambon, Richard Louhenepessy di The City Hotel dalam pembukaan Rapat Evaluasi DD dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2017 serta Persiapan Pelaksanaan DD dan ADD Tahnu 2018, Rabu (7/2/2018).

Kedatangan Presiden ke Kota Ambon untuk menghadiri kegiatan Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tepatnya akan dilaksanakan pada 14 Februari mendatang.

“Saudara siap-siap ya tanggal 14 itu presiden datang dan seluruh kepala desa saya minta siap. tanggal 14 presiden datang itu misalnya tiba-tiba presiden mau mampir galala jadi kepada desa harus siap,” kata Richard.

Lanjutnya, Kepala Desa harus menyiapakan laporan hasil dari pemanfaatan Dana Desa (DD) yang tersalurkan pada Desanya tersebut, sehingga pada saatnya nanti Presiden dapat mengetahui apa saja yang dibuat dengan Anggaran Dana Desa sehingga dapat mensejahterakan Masyarakat yang ada di Desa.

Oleh sebab itu, untuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sendiri juga turut hadir didalamnya beberapa menteri dan Wakil Presiden, hal ini merupakan kesempatan yang baik pada Kota Ambon sehingga dapat membuktikan kepada Presiden dan beberapa Menteri sarta Mahasiswa HMI dari seluruh pelosok indonesia bahwa Ambon sudah siap menjadi Kota yang dapat diinvestasi.

“HMI itu dengan segala hati bukan saja moril tapi juga materil karena kongres  HMI inikan dia sangat strategis, kita tahu bahwa yang akan hadir ini presiden,  wapres, sejumlah menteri dan akses HMI itu juga luar biasa dan ini kesempatan  juga kita mau membuktikan bahwa ambon sudah menjadi sebuah kota yang wajar  di investasi,” ungkapnya.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

Selain itu, seluruh aspek di Ambon harus disiapkan dengan maksimal mulai  dari aspek kebersihan, aspek partisipasi masyarakat maupun aspek ketertibannya. “Nah karena itu sebagai bentuk kesiapan kota ini lalu kita siapkan kota ini dengan aspek kebersihannya aspek partisipasi masyarakatnya, aspek ketertibannya. ini semua disiapkan,” ucap Louhenapessy.

Sementara itu, dirinya juga telah melakukan koordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk meminimalisir adanya insiden yang akan memberikan kesan negatif terhadap Presiden dan yang lainnya.

“saya juga sudah koordinasi dengan pa kapolres, pa dandim untuk insiden kecil-kecil itu kalau bisa kita hindari dia supaya tidak memberikan kesan yang negatif bagi ini kota,” terangnya.

Dirinya berharap dengan adanya event besar yang dilaksanakan di kota Ambon akan dapat memberikan dmapak positif bagi kesejahteraan masyarakat. “Semua itu akan dilaksanakan di kota ambon dan saya berharap dia akan bermuara untuk
kesejahteraan rakyat kota Ambon,” tutupnya. (AT-009)

Berita Terkini