Mabes TNI AD Bantah Isu Intervensi ke Kampus, Menjelaskan Posisi Resmi TNI

Spread the love


Ambontoday.com

– Isu tentang TNI yang akan masuk ke area kampus mendapat tanggapan dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabesad). Mereka mengklaim penolakan terhadap rumor itu. Kunjungan personel TNI AD ke sejumlah universitas baru-baru ini tidak dimaksudkan sebagai bentuk campurtanganya.

Ketua Staf Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Staf Penerangan Ad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengungkapkan pernyataan tersebut ketika dimintai konfirmasi pada hari Senin (21/4). Ia menjelaskan bahwa kunjungan personil Angkatan Darat ke sejumlah perguruan tinggi dilakukan berdasarkan kesepakatan formal.

“Perlu kami tekankan bahwa tak pernah ada aktivitas tentara TNI di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia dengan ditudingkan sebagai usaha militarisasi. Kedatangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di area kampus sepanjang waktu ini senantiasa mengacu pada asas kolaborasi yang valid, bertujuan pendidikannya, serta terjadi karena permintaan dari pihak institusi,” tambahnya.

Jenderal berbintang satu dari TNI AD tersebut menjelaskan, baru-baru ini timbul dugaan dan informasi tentang adanya campur tangan prajurit TNI dalam aktifitas di universitas-universitas. Selain itu, terdapat pula pandangan yang menuding TNI melakukan intimidasi pada gerakan para mahasiswa. Namun demikian, ia menegaskan hal itu sepenuhnya salah.

“Misalkan saja di Universitas Indonesia, kedatangan tentara TNI di sana (Dandim Depok) berdasarkan undangan dari mahasiswa senior yang telah lama dikenali. Terkadang, Dandim dan mahasiswa itu pun kerap bersua pada acara informal,” terangnya.

Di Semarang, sambung Wahyu, adanya seorang babinsa di hadapan kampus menjadi elemen dari implementasi tugas kewilayahannya yang secara teratur dikerjakan. Ini karena area tersebut termasuk dalam cakupan wewenang si babinsa ini. Selain itu, sang babinsa pun tak turut serta berada di dalam kompleks kampus.

Baca Juga  Cuaca di Jabodetabek Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan Mulai Subuh

Oleh karena itu, TNI AD mendorong semua pihak untuk bekerja sama demi melindungi kestabilan negara, ini mencakup pembentukan hubungan positif dengan berbagai komponen bangsa. Ia menekankan bahwa sebaiknya jangan lagi menyebarkan informasi yang salah atau meresahkan. Menurut dia, kerjasama di antara kedudukan sipil dan militer merupakan fondasi utama dalam mengembangkan ketahanan nasional.

“Kami mendorong semua pihak agar tidak gampang terhasut oleh informasi yang tak beralasan. TNI AD bakal tetap memegang teguh prinsip-prinsip demokrasi serta menghargai kedaulatan dan kebebasan ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Yakinlah bahwa kami amat menyetujui demokrasi serta hak berekspressi,” tandasnya.