Saumlaki, ambontoday.com – Masuk sona Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), SMP N 3 Tanimbar Utara (Tanut) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mampu menerobisi dan mengeksekusi program Pemerintah Pusat lewat Ujian Nasiol Berbasis Komputer (UNBK) dikala itu, seakan terlupakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, maupun para legislator di DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kondisi itu terlihat jelas bahwa, kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan, dimana, ada beberapa ruang belajar mengalami kebocoran jika curah hujan, yang fatal lagi bangunan laboratorium IPA yang terlihat rusak berat dan tidak bisah di gunakan.
Gedung itu terlihat kumuh dan sangat tidak pantas berada dalam lingkungan pendidikan, hal ini, semestinya menjadi Perhatian serius dari Pemda Kepulauan Tanimbar maupun pihak DPRD, karena pendidikan tidak diperhatikan maka generasi anak bangsa yang kebetulan lahir dan besar serta menimbah ilmu disana akan terganggu dalam ber pendidikan.
Kepala Sekolah SMPN.3 Tanut Keliobar, Joseph Warditty, kepada media ini, Rabu (06/08/2025), dirinya mengatakan, semenjak berdirinya sekolah ini, baru pertama kali mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah, berupa rehab bangunan perpustakaan dan tiga ruangan belajar di tahun 2021, itupun rehab ringan. Namun semenjak tahun 2021 hingga kini tak pernah lagi ada sentuhan dari Pemda. Kendati demikian, kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan itu masih digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar para siswa.
“Semenjak saya mengabdi di Sekolah ini, memang baru sekali ada rehab di tahun 2021, itupun hanya rehab ringan pada bangunan perpustakaan dan tiga ruangan belajar. Hanya itu saja. Dan sampai saat ini, sekolah ini tak pernah lagi ada bantuan dan uluran tangan dari Pemda, namun bangunan rehab itu juga Sudah bocor atapnya jika curah hujan,” ujar Joseph
Dirinya juga menyampaikan, pihaknya sangat menginginkan tempat yang layak untuk keberlangsungan pendidikan, begitu pula sarana dan prasarana sekolah yang layak. Namun demikian, ditengah kondisi sekolah yang rusak parah tersebut, Ia dan para guru selalu optimis dengan segala keterbatasan yang ada guna mensuport serta mendidik para siswa yang diketahui berjumlah 118 ini, agar mendapatkan pendidikan yang baik.
Disisi lain, Komite Sekolah mengungkapkan bahwasanya SMPN. 3 Tanut Keliobar sering di kunjungi oleh Pemda Kepulauan Tanimbar, dalam hal ini Bupati periods 2017-2022, Dinas Pendidikan serta Reses dari beberapa anggota DPRD Kepulauan Tanimbar untuk melihat langsung kondisi Sekolah. Namun nyatanya, pada kunjungan dan reses tersebut hanya menyisahkan janji belaka tanpa realisasi, seolah para penguasa ini tak peduli dan gelap mata terhadap kebutuhan pendidikan bagi anak Tanimbar di SP N 3 Tanut Keliobar dan sekitarnya.
Komite Sekolah berharap, semoga Pemerintah Daerah dan DPRD Kepulauan Tanimbar, dapat mewujudkan keinginan para guru dan siswa dengan memenuhi kebutuhan bangunan sekolah yang kokoh serta sarana prasarana yang berkualitas, aman, dan layak untuk tercapainya tujuan pendidikan yang baik di SMPN. 3 Tanut Keliobar.
“Kami ingin Pemerintah Daerah maupun DPRD segera mengambil langkah representatif terhadap bangunan sekolah, gedung laboratorium, dan fasilitas lain dalam menunjang mutu pendidikan yang berkualitas, agar siswa di jazirah Keliobar dan sekitarnya dapat disejajarkan dengan sekolah lain,” tegas Komite.
Setidaknya, SMPN 3 Tanut Keliobar pernah menunjukan prestasi yang baik dan memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan di Daerah bertajuk Duan Lolat ini. (AT/tim)





















