Mangaraksa : Hasil LF SP2020, Angka Migrasi Seumur Hidup Capai 6,99 Persen

Spread the love

Ambon, Ambontoday.com- Statistik Ahli Madya BPS Provinsi Maluku,Yusuf Tatar Mangaraksa menyatakan, pada SP1971 angka migrasi seumur hidup (penduduk yang wilayah tempat tinggalnya saat pelaksanaan sensus berbeda dengan wilayah tempat lahir) mencapai 4 persen, sementara hasil Long From (LF) SP2020 angka migrasi seumur hidup mencapai 6,99 persen, dan mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan hasil SP2010.

“Artinya 7 dari 100 penduduk Maluku lahir di provinsi lain. Proporsi penduduk berstatus migran seumur hidup antarprovinsi terbesar berada pada generasi X sebesar 12,03 persen. Delapan dari 100 penduduk generasi milenial merupakan migran seumur hidup antarprovinsi,” katanya saat rilis yang berlangsung di Ambon, Senin (30/1/2023).

Menurutnya, LF SP2020 tidak hanya menghasilkan indikator migrasi seumur hidup pada tingkat provinsi, tetapi juga tingkat kabupaten/kota.

Dengan itu, maka tercatat tiga kabupaten/kota yang memiliki angka migrasi masuk seumur hidup tertinggi di Provinsi Maluku yakni Kota Ambon 27,06 persen, Kota Tual 25,08 persen, dan Kabupaten Buru 22,74 persen.

Sementara, tiga wilayah yang memiliki angka migrasi keluar seumur hidup tertinggi adalah Kota Ambon 39,71 persen, Kabupaten Maluku Tenggara 25,95 persen, dan Kota Tual 19,16 persen.

“Migran seumur hidup antar kabupaten/kota adalah penduduk yang tempat tinggal saat pendataan berbeda dengan kabupaten/kota tempat lahir. Tempat lahir dapat berada di kabupaten/kota lain di dalam provinsi, di luar provinsi, maupun di luar negeri,” paparnya.

Lanjutnya, untuk migrasi risen (penduduk yang wilayah tempat tinggalnya pada saat pelaksanaan sensus berbeda dengan wilayah tempat tinggal 5 tahun lalu), berdasarkan LF SP2020 cenderung mengalami penurunan, dengan capaian terendah sebesar 1,57 persen dibandingkan SP1980 yang menunjukan angka 4 persen.

Tiga kabupaten/kota yang memiliki angka migrasi masuk risen tertinggi di Maluku yaitu Kota Ambon 7,05 persen, Kabupaten Maluku Barat Daya 4,88 persen, dan Kabupaten Maluku Tenggara 3,70 persen.

Baca Juga  Tokoh Adat Papua Herman Yoku “Gugat” Legalitas Dewan Adat yang Kukuhkan Lukas Enembe Sebagai Kepala Suku Besar Papua

“Wilayah yang memiliki angka migrasi keluar risen tertinggi yaitu Kota Ambon 8,55 persen, Kabupaten Maluku Tenggara 4,56 persen, dan Kota Tual 3,62 persen,” tandasnya. (AT-009).

Berita Terkini