Ambontoday.com, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau biasa dikenal sebagai Ara, sepenuhnya mensupport keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mentransfer penjara-penjara dari lokasi strategis perkotaan menuju area pedalaman.
Menurut Ara, tujuan dari langkah tersebut adalah memindahkan lokasi penjara yang saat ini terletak di tengah kota ke daerah lain agar bisa dikembangkan sebagai area perumahan, terlebih untuk keluarga dengan pendapatan rendah.
“Itulah ide brilian dari Presiden Prabowo yang berencana mengubah penjara-penjara strategis di perkotaan menjadi tempat tinggal,” ungkap Ara pada acara halal bihalal Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) di Jakarta, Senin malam (22/4).
Ara menyebutkan bahwa banyak penjara sekarang didirikan di tempat-tempat strategis, misalnya di Medan, Bandung, dan Jakarta. Memindahkan penjara ke wilayah pedesaan bisa memberi kesempatan bagi pengembangan hunian yang amat diperlukan, terlebih di kota-kota besar yang memiliki area tanah terbatas.
Dia menyatakan bahwa Prabowo telah berkomunikasi dengan dirinya sendiri secara langsung guna mendiskusikan tindakan perpindahan penjara, hal ini mencerminkan dukungan pemerintah kepada masyarakat yang memerlukan akses terhadap tempat tinggal yang layak.
Ara juga menegaskan bahwa pindahnya lokasi penjara tidak hanya berhubungan dengan pengoptimalan lahan, namun juga bertujuan untuk memperbaiki tingkat keamanan serta mencegah kemungkinan kaburnya narkoboda.
“Mungkinkah para penjahat bisa tertidur tenang? Pak Prabowo telah meneleponku. Dia berkata, ‘Mari kita ubah penjara-penjara yang berada di lokasi strategis menjadi hunian. Biarkan kita memindahkan penjaranya ke luar kota agar kunjugan mereka jadi lebih sulit,’” ungkap Ara mengulangi percakapannya dengan Prabowo.
Mengurangi Risiko Narapidana Kabur
Menurut Ara, mentransfer penjara ke daerah yang lebih terpencil dapat mengurangi peluang para tahanan melarikan diri serta memperkuat kontrol atas mereka. “Lebih baik kita letakkan di tempat yang jauh agar keluarga sulit untuk berkunjung dan mencegah kemungkinan buruan melarikan diri,” ucapnya. Dia juga menyebut, kondisi baru ini seolah membuat narapidana seperti tinggal di sebuah hotel dengan fasilitas kesehatan tertentu.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, mereka sudah bekerja sama dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto guna menentukan posisi penjara-penjara yang dapat diubah fungsi menjadi tempat lain serta menyusun strategi tentang situs alternatif yang akan dibangun lebih tersembunyi dan menjauh dari keramaian perkotaan.
Meskipun begitu, Ara belum membeberkan detail tentang tempat penjara tertentu yang akan diubah fungsi-nya menjadi area perumahan. “Ini adalah instruksi dari Presiden dan beliau telah meneruskannya kepadaku,” jelas Ara.
Sebelumnya, Prabowo sempat menyampaikan niatannya untuk mendirikan sebuah penjara di sebuah pulau terpencil dengan tujuan memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi. “Aku pun bakal menyiapkan anggaran khusus buat pembangunan tahanan di lokasi yang sangat terisolasi sehingga mereka tak dapat kabur. Kami berencana mencari pulau; jika mereka melarikan diri, kami ingin mereka bertemu dengan (hiu) ikan,” ungkap Prabowo.
















