Menuju City Of Musik, Persiapan Kota Ambon Songsong KAMI Esok Sudah Maksimal

Spread the love

 

Ambon, Ambontoday.com– Untuk menjadikan Kota Ambon sebagai City of Music 2019 mendatang, Pemerintah Kota Ambon

sebagai tuan rumah penyelenggaraaan Konferensi Musik Indonesia (KAMI) yang pertama kalinya di Ambon pada esok telah maksimal. Pernyataan ini diakui oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada awak media di Maluku City Mall (MCM)- Tantui, Selasa (6/3).

Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon hanya sebagai tuan rumah dan penanggung jawab kegaitan ini adalah KAMI. Untuk itu, Pemerintah Kota Ambon hanya bisa memback Up kedatangan para tamu dan tarnsportasi yang digunakan selama pelaksana kegaiatan tersebut.

“Kedatangan para tamu ke Kota Ambon untuk menyaksikan KJonferensi ini sangat berdampak positif yang luar biasa bagi pembangunan kota Ambon kedepan khususnya lebih ,memepercepat Ambon sebagai City Of Music,” tuturnya.

Dia mengakui, selain kedatanagn para tamu, ada juga beberapa menteri yang secara positif akan menyaksikan Konferensi Musik Indonesia ini antara lain ; Menteri Keunagan RI, Sri Mulyani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara. “Kita sementara menunggu kepastian kedatangan atau tidakkah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Kota Ambon untuk acara puncaknya KAMI,” ucapnya.

Tak hanya itu, adapaula Duta Besar Indonesia untuk Cina, F. Oratmangun, sejumlah pakar musik yang akan hadir di Kota Ambon untuk menyaksikan KAMI. “Para pakar musik ini akan menjadi pembicara jadwal yang telah ditetapkan, yang mana mereka akan berbicara tentang perkembangan muski dalam kaitan dengan Ekonomi Budaya, pembangunan, lingkungan dan sebagainya,” ujarnya.

Dia mengakui, Pemerintah Kota Ambon bersama masyarakat sangat bersyukur dengan penyelenggaraan KAMI sehingga sevara langsung masyarakat dapat menyaksikan dan meilhta serta mengembangakan talenta-talenta yang dimiliki khususnya di bidang musik, guna mempercepat Kota Musik dunia yang akan diakui oleh UNESCO 2019 mendatang.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

“Ungkapan syukur dipanjatkan karena penyelenggaraan KAMI baru pertama kali di akukan di Kota Ambon, otomatis minat dan talenta masyarakat Kota Ambon lebih ditingkatkan lagi menuju kota musik dunia,” pintanya.

Dia berharap, kegiatan ini dapat berkelanjutan dan berdampak baik buat masyarakat dan pembangunan Kota Ambon kedepan. (AT-009)