
Menuju Desa Maju: Wakil Bupati Bursel Tegaskan Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa
AmbonToday.com – Di tengah semangat membangun negeri dari pinggiran, harapan akan desa yang mandiri, transparan, dan berdaya saing kini semakin menguat. Hari ini, sebuah langkah strategis diambil dalam bentuk Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa yang digelar dengan melibatkan dua kabupaten bersaudara: Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan.
Mengusung tema “Pengelolaan Keuangan Desa yang Akuntabel dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan langkah, memperbaiki tata kelola, serta menanamkan nilai transparansi dan tanggung jawab di akar rumput pembangunan: desa.
Wakil Bupati Buru Selatan, Bapak Gerson Eliaser Selsily, hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya yang hangat namun penuh ketegasan, beliau menekankan bahwa keuangan desa bukan sekadar angka dan laporan, melainkan denyut nadi pembangunan itu sendiri.
> “Pengelolaan keuangan desa yang baik harus menjadi pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang adil dan merata. Ini bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang harapan masyarakat, tentang masa depan anak cucu kita di desa,” ujar Wakil Bupati dengan nada penuh makna, dikutip media ini dari akunnya di media sosial, Kamis (7/8/2025).
Lebih jauh, beliau menyampaikan bahwa desa hari ini bukan lagi entitas kecil yang pasif, namun telah menjadi motor utama penggerak ekonomi lokal. Oleh sebab itu, setiap rupiah yang dialokasikan, setiap proyek yang dibangun, harus dapat dipertanggungjawabkan—baik kepada negara maupun kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat langsung.
Workshop ini tak hanya membahas teknis pelaporan dan prinsip-prinsip akuntabilitas, namun juga menjadi forum untuk refleksi bersama: sudah sejauh mana desa-desa di Buru dan Buru Selatan berbenah? Dan apa langkah selanjutnya agar desa tidak hanya menjadi penonton dalam geliat ekonomi, tetapi justru tampil sebagai aktor utama pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan?
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi perbaikan menyeluruh dalam tata kelola desa. Sebuah jalan panjang menuju desa yang maju, mandiri, dan berintegritas. Seperti benih yang ditanam dengan penuh harapan, pengelolaan keuangan yang baik akan berbuah pada pertumbuhan yang lestari, pemerataan pembangunan, serta kehidupan desa yang lebih sejahtera.
Di akhir sesi, semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparatur desa tampak menguat. Satu suara digaungkan: mari bangun desa dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab—demi Buru dan Buru Selatan yang lebih baik.
> “Dari desa kita mulai, dari kejujuran kita membangun. Dan dari kolaborasi kita menapaki masa depan.”
[ Biro BurseL ]
.

















