MTQ ke XXIX Maluku, Ibarat Tais Tenunan Tanimbar Yang Mengikat

Spread the love

Saumlaki, ambontoday.com – Pembukaan MTQ ke XXIX tingkat Provinsi Maluku, memberikan sebuah nuansa persaudaraan yang sedikit berbeda dengan daerah lain yang ada di Provinsi Maluku, Indonesia bahkan dunia.

Hal itu terlihat dengan masuknya para Kavila dari 11 Kabupaten Kota dengan corak tampilan khas daerah masing masing, tidak kalahnya beberapa Kavila tampil dengan sikap bertoleransi antar umat beragama, dengan melibatkan sosok seorang Pendata dari Gereja Protestan Maluku (GPM), Pastor, dan Ustad.

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Petrus Fatlolon, dalam sambutannya nengkatakan, sebagai tuan rumah MTQ ke XXIX tingkat Provinsi Maluku ini, diibaratkan sebuah tais tenunan yang terdiri dari sekian warnah namun dapat disatukan dalam sebuah tais tenunan yang nan indah.

“Kita datang dari berbagai daerah namun kita di satuhak di bumi Duan Lolat sebagai orang Basudara, saling menyayangi satu dengan yang lain, dan selama seluruh Kavila berada di KKT guna mengikuti lomba, selalu wujudkan hidup Duan Lolat, orang Basudara,” ujar Petrus.

Dalam pembukaan itu juga, ketua LPTQ Promal M Marasabessy dalam sambutannya katakan, MTQ ke XXIX tingkat Promal ini, sangat unik, dimana umat muslim yang hanya empat persen namun dapat menyelenggarakan Iven Akbar keagamaan tingkat Provinsi.

“Ini sejarah baru di Maluku, Indonesia bahkan dunia mungkin, selama 28 kali MTQ dilakukan di Maluku, KKT baru ditetapkan sebagai Tuan rumah penyelenggara. Tidak disangkal hidup toleransi yang dimiliki sangat tinggi dan kuat, unsur kepanitiaan saja untuk ketua seorang Pastor dan wakil seorang Pendeta, bahkan struktur kepanitiaan itu semua umat Kristen dan Katolik, sangat luar biasa dan unik,” pungkasnya.

Gubernur Maluku Murad Ismail sebelum membuka secara resmi MTQ ke XXIX tingkat Promal, dalam sambutannya, meminta kepada para hakim ketua untuk selalu netral dan menghargai Alquran dan selalu takut dan taat kepada ajaran ASW.

Baca Juga  Waka Polres MBD Sergap Kades Yamluli Saat Berpesta Judi

“Saya tidak banyak bicara lagi karena semuanya sudah dihantam habis oleh Bupati, ketua LPTQ jadi hanya saya pesan kepada para Kavila tampilah Seca maksimal dan profesional dan harus mengutamakan hidup Duan Lolat ya karena kita ada di KKT, begitu juga para hakim ketua harus jujur dan netral ya,” singkat Murad. (AT/SM)

 

 

 

 

Berita Terkini